Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Oktober 2025, 23.07 WIB

Menko PM Cak Imin Sebut Raksasa Gurita Bernama Indomaret dan Alfamart Membunuh UMKM

Menko PM Muhaimin Iskandar di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa (28/10). (Dok: Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos) - Image

Menko PM Muhaimin Iskandar di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa (28/10). (Dok: Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)

JawaPos.com - Ketimpangan ekonomi yang terjadi di desa-desa akibat dominasi jaringan ritel raksasa mendapat sorotan dari Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar. Kedatangan ritel-ritel yang makin menggurita kian mematikan ekonomi rakyat di daerah.

Menurut dia, kehadiran ritel raksasa menggerogoti ekonomi desa bukan lagi persoalan pasar tapi sudah menjalar menjadi persoalan keadilan ekonomi. "Kita mengerti betul ritel-ritel raksasa yang masuk-masuk kampung kita, membunuh ekonomi rakyat kecil,” ungkapnya saat memaparkan capaian satu tahun pemberdayaan masyarakat di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa (28/10).

"Terus terang raksasa gurita itu bernama Indomaret dan Alfamart,” sambung Menteri yang akrab disapa Cak Imin tersebut.

Di sisi lain, dia mengapresiasi para bupati yang sudah membuat sejumlah peraturan daerah (perda) untuk mengantisipasi gurita Indomaret dan Alfamart.Yang mana, kekuatan Indomaret dan Alfamart sudah sangat mengakar dari hulu ke hilir, dari produsen sampai ke distribusi dikoordinasi dalam satu titik.

"Sehingga pemerintah daerah kewalahan menghadapi kedatangan gurita ritel ini. Bupati-bupati banyak yang membuat peraturan yang sangat memungkinkan untuk menghadapi gurita besar yang merepotkan UMKM kita tersebut,” paparnya.

Dia mengakui selama ini kebijakan ekonomi nasional belum sepenuhnya berpihak pada usaha rakyat, seperti warung tradisional dan pelaku usaha mikro. Padahal mereka tengah kesulitan bertahan di tengah persaingan yang tidak seimbang. Sementara berbagai upaya membangun desa sejatinya telah dilakukan. Meski nyatanya, tidak semua membuahkan hasil positif. Sebab, ada juga yang tetap lesu.

Karenanya, pemerintah menginisiasi dengan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di setiap desa. Kehadirannya diharapkan bisa menopang ekonomi rakyat dan benteng kemandirian desa. Setidaknya, hingga akhir Oktober 2025, ada kurang lebih 5000 Koperasi Desa Merah Putih yang sudah beroperasi. Ditargetkan, koperasi ini akan mencapai 80 ribu di tahun depan.

Di sisi lain, strategi pemberdayaan UMKM juga jadi salah satu strategi dalam menghadapi raksasa ritel tersebut. Menurutnya, pemberdayaan ini bukan hanya soal modal, pasar, dan produk saja. Tetapi, juga dalam hal memastikan perlindungan dari gempuran produk-produk impor, perlindungan pekerja informal, serta risiko-risiko kegagalan usaha.

“Kita akan terus mendorong dan telah kita memulai mewujudkan ekosistem ekonomi lokal yang berkeadilan,” tutur Ketua Umum PKB tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, ia turut menyampaikan berbagai capaian konkret kementerian-kementerian di bawah koordinasinya. Menurutnya, selama satu tahun terakhir pemberdayaan masyarakat menunjukkan hasil nyata dari kolaborasi lintas kementerian.

Sekitar 8,4 juta keluarga miskin dan rentan telah menerima perlindungan sosial. Kemudian, 1,3 juta keluarga miskin menerima BLT Dana Desa. Tak hanya itu, lebih dari 96 juta masyarakat dapat berobat gratis melalui BPJS Kesehatan.

Di sektor ekonomi rakyat, sekitar 3,7 juta pedagang kecil, warung, dan pengusaha rintisan memperoleh pembiayaan usaha. Lebih dari 12 juta pelaku ekonomi kreatif, koperasi, pekerja migran, dan UMKM juga mendapatkan akses peningkatan kapasitas untuk naik kelas.

Atas capaian-capaian tersebut, Cak Imin optimis kemiskinan ekstrem dapat dihapuskan di tahun depan. Sehingga, angka kemiskinan nasional juga bisa turun secara pararel menjadi di bawah 5 persen pada 2029. (mia)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore