Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Oktober 2025, 01.43 WIB

Cak Imin Tegaskan Kamboja Bukan Tempat Aman untuk Bekerja, Ingatkan PMI Terus Koordinasi dengan KBRI

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Istimewa) - Image

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menegaskan bahwa Kamboja bukanlah negara tujuan yang aman bagi para pekerja migran Indonesia (PMI). Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan di negara tersebut, tanpa melalui prosedur resmi dan pemahaman yang utuh mengenai migrasi kerja ke luar negeri.

“Kita terus mengkampanyekan dan mensosialisasikan bahwa Kamboja bukan tempat aman untuk bekerja, buat pekerja migran kita. Sehingga Kamboja ini, Kementerian P2MI sudah berkali-kali membuat rilis bahwa Kamboja bukan tempat tujuan untuk pekerja migran, karena belum ada sistem yang menjadi bagian dari perlindungan utama, itu Kamboja,” kata Cak Imin kepada wartawan, Selasa (28/10).

Ia menjelaskan, bagi warga negara Indonesia yang sudah terlanjur bekerja di Kamboja, pemerintah akan tetap melakukan langkah-langkah perlindungan. Upaya ini dilakukan secara sistematis melalui koordinasi lintas sektor, terutama oleh Kementerian P2MI yang bertanggung jawab terhadap pemberdayaan dan perlindungan pekerja migran Indonesia. 

“Kalau sudah terlanjur di sana maka harus ada upaya-upaya sistematis, perlindungan yang oleh P2MI dan seluruh lintas sektor,” ujar Cak Imin.

Cak Imin mengingatkan agar para PMI yang saat ini masih bekerja di Kamboja terus menjalin komunikasi aktif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh. Ia memastikan, KBRI terus membuka diri bagi setiap PMI yang bekerja di Kamboja.

“Kedutaan Besar Republik Indonesia di sana setiap saat buka, saya sendiri pernah lakukan cek ke sana, setiap saat membuka diri untuk terus mencari solusi yang tengah dihadapi warga kita,” tuturnya.

Menurutnya, jumlah warga Indonesia di Kamboja saat ini mencapai sekitar 100 ribu orang, baik yang bekerja di sektor formal maupun informal. Karena itu, tidak heran banyak makanan khas Indonesia di Kamboja, seperti soto Lamongan, rujak cingur, hingga pecel Madiun.

Lebih lanjut, Cak Imin berpesan kepada seluruh masyarakat yang berencana bekerja di luar negeri, khususnya Kamboja agar memahami proses migrasi kerja secara menyeluruh dan memilih jalur resmi yang difasilitasi pemerintah. 

“Nah yang ketiga, sekali lagi kepada seluruh warga bangsa yang mau bekerja ke luar negeri, utamakan melalui pemahaman yang utuh migran center di tempat masing-masing untuk tidak salah pilih,” pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore