Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Oktober 2025, 03.56 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Siswa-Siswi Sekolah Rakyat Ikuti Upacara di Museum Bank Indonesia

Siswa-siswi Sekolah Rakyat diundang Bank Indonesia (BI) untuk mengikuti upacara di Museum BI pada Selasa siang (28/10). (Zalzilatul Hikmia/JawaPos.com) - Image

Siswa-siswi Sekolah Rakyat diundang Bank Indonesia (BI) untuk mengikuti upacara di Museum BI pada Selasa siang (28/10). (Zalzilatul Hikmia/JawaPos.com)

JawaPos.com - Peringatan Hari Sumpah Pemuda dilaksanakan sedikit berbeda oleh siswa-siswi Sekolah Rakyat. Alih-alih menggelar upacara bendera di sekolah, mereka diundang Bank Indonesia (BI) untuk mengikuti upacara di Museum BI pada Selasa siang (28/10). 

Teriknya sinar matahari tak menghalangi mereka untuk melakukan gladi resik, bahkan sampai dua kali. Mengenakan seragam Merah Putih, lengkap dengan baret merah di kepala, puluhan siswa-siswi ini diketahui berasal dari beberapa Sekolah Rakyat, antara lain Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 9 Jakarta Timur, dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Jakarta Timur.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf didaulat menjadi inspektur upacara pada momen tersebut. Dalam amanatnya, ia menyampaikan apresiasi kepada BI yang telah memberi kesempatan anak-anak Sekolah Rakyat untuk mengenal lebih dekat dunia perbankan dan sejarah uang Indonesia. Momen ini dinilainya sangat berharga bagi mereka yang kebanyakan baru pertama kali mengunjungi museum BI ini. 

Tak kalah penting, dia minta, agar siswa-siswi Sekolah Rakyat mengambil pelajaran penting dari peringatan Hari Sumpah Pemuda ini. Menurutnya, ada pendidikan karakter yang ditanamkan oleh para tokoh pendahulu mengenai perbedaan yang bisa dikesampingkan demi kepentingan Bangsa dan Negara.

“Bagaimana para pemuda-pemuda itu melakukan suatu pertemuan, menduduk bersama, meskipun mereka berbeda-beda tetapi akhirnya sepakat bahwa Indonesia harus lahir, Indonesia harus merdeka,” tegasnya. 

Semangat ini, kata dia, harus diteruskan oleh para pemuda-pemudi saat ini. Sehingga, ke depan bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih gemilang lagi. 

“Para pendahulu kita sudah meletakkan dasar-dasar kebersamaan, kerukunan, dan sekarang saatnya kita merancang masa depan,” tutur menteri yang akrab disapa Gus Ipul tersebut. 

Dia pun turut menyampaikan, bahwa para siswa Sekolah Rakyat ini datang dari keluarga sederhana. Mereka diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan berkualitas melalui kebijakan Sekolah Rakyat. 

Dalam kesempatan tersebut, Mensos sempat mengajak beberapa siswa berbincang. Salah satunya, Linggar Ardiansyah, siswa SRMA 9 Jakarta Timur. 

Menariknya, dalam kesempatan itu, ia justru menitipkan pesan untuk Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. 

“Semoga semangat terus untuk memajukan perekonomian di Indonesia, dan semoga ekonomi Indonesia menjadi lebih baik ke depannya. Semangat 8 persen ekonomi maju. Terima kasih, Pak Purbaya,” tuturnya. 

Gus Ipul pun mengapresiasi keberanian Linggar. Termasuk, kepedulian Linggar terhadap isu-isu yang tengah berkembang, seperti target pertumbuan ekonomi pemerintah sebesar 8 persen. 

Ia juga sempat menanyakan latar belakang Linggar, yang diketahui ternyata hanya tinggal berdua dengan sang ayah. Linggar pun mengaku sangat bangga dengan sang ayah yang bekerja sebagai sopir angkutan umum. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore