Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 November 2025, 17.08 WIB

Dispatch Sebut Min Hee Jin Sosok Utama di Balik Kejatuhan NewJeans Usai Kalah Gugatan Kontrak ADOR

Dispatch sebut Min Hee Jin merupakan sosok utama di balik kejatuhan NewJeans setelah kekalahan hukum dari ADOR. (Allkpop) - Image

Dispatch sebut Min Hee Jin merupakan sosok utama di balik kejatuhan NewJeans setelah kekalahan hukum dari ADOR. (Allkpop)

JawaPos.com - Dunia hiburan Korea kembali diguncang oleh kontroversi besar yang melibatkan NewJeans, grup K-pop populer di bawah naungan ADOR, setelah pengadilan mengeluarkan putusan yang menolak gugatan mereka terhadap agensinya sendiri. 
 
Kasus ini menjadi topik hangat di seluruh media Korea, dan sorotan semakin mengarah pada Min Hee Jin, CEO ADOR sekaligus sosok yang selama ini dianggap sebagai otak kreatif di balik kesuksesan NewJeans. 
 
Namun, menurut laporan investigatif terbaru dari Dispatch, Min Hee Jin justru menjadi figur sentral di balik kejatuhan grup tersebut.
 
Pada 30 Oktober lalu, Divisi Sipil ke-41 Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengumumkan putusan awal terkait gugatan NewJeans terhadap ADOR yang mempertanyakan keabsahan kontrak eksklusif mereka. 
 
Dalam keputusan tersebut, pengadilan menyatakan bahwa kontrak eksklusif antara ADOR dan kelima anggota NewJeans yang ditandatangani pada tahun 2022 tetap sah dan mengikat, sekaligus menegaskan bahwa semua biaya hukum akan ditanggung oleh pihak NewJeans. 
 
Dengan putusan ini, ADOR dinyatakan menang mutlak, sementara upaya NewJeans untuk memutus kontrak berakhir dengan kekalahan total.
 
Setelah keputusan itu diumumkan, berbagai media pun berlomba menurunkan laporan rinci mengenai hasil persidangan dan alasan pengadilan menolak gugatan tersebut. 
 
Namun, mengutip laman Allkpop, laporan paling mencuri perhatian datang dari Dispatch, yang pada 31 Oktober lalu merilis analisis mendalam berjudul “The Central Figure in NewJeans’ Downfall”.
 
Dalam laporan tersebut, Dispatch menuding bahwa Min Hee Jin adalah kunci di balik seluruh permasalahan yang menimpa grup tersebut.
 
Dalam laporan itu, Dispatch juga mengungkap bahwa nama Min Hee Jin disebut sebanyak 104 kali dalam dokumen pengadilan, menunjukkan betapa dominannya peran sang CEO dalam konflik internal ADOR dan NewJeans. 
 
Media tersebut menulis, “Pelanggaran kontrak, Min Hee Jin. Awal dari sengketa publik, Min Hee Jin. Kesalahpahaman tentang frasa ‘ignore her’, Min Hee Jin. Namanya muncul berulang kali dalam seluruh berkas hukum.”
 
Dispatch juga menyoroti bahwa klaim-klaim yang diajukan NewJeans sebagian besar berasal dari tindakan yang sudah direncanakan Min Hee Jin jauh sebelum gugatan dimulai. 
 
Menurut laporan tersebut, tindakan Min Hee Jin bukan bertujuan untuk melindungi NewJeans, melainkan untuk membawa grup itu keluar dari ADOR dan mendirikan agensi independen. 
 
Ia juga diduga mengonstruksi ulang narasi “ignore her” yang melibatkan anggota Hanni untuk memperkuat klaim gugatan terhadap HYBE dan ADOR.
 
Dalam dokumen gugatan, NewJeans menuntut pemutusan kontrak mereka dengan berbagai alasan, termasuk:
 
- Kinerja manajemen yang menurun setelah pemecatan Min Hee Jin.
- Hilangnya orisinalitas grup akibat ILLIT dianggap meniru konsep mereka.
- Tidak adanya tanggapan terhadap kebocoran video trainee.
- HYBE yang dianggap meremehkan pencapaian NewJeans.
- Rilis album yang dipaksakan tanpa persetujuan anggota.
 
Namun, setelah meninjau seluruh bukti dan argumen, pengadilan menolak semua sepuluh poin klaim yang diajukan oleh NewJeans. 
 
Dalam putusannya, pengadilan menyatakan bahwa manajemen telah memberikan dukungan penuh sejak debut, dan ketidaksetujuan artis terhadap keputusan agensi tidak dapat dijadikan dasar untuk menyebut kontrak tidak sah. 
 
Hakim juga menegaskan bahwa jika artis yang telah mendapatkan ketenaran melalui dukungan agensi kemudian menolak otoritas manajemen, hal tersebut akan menciptakan preseden berbahaya di industri hiburan.
 
Oleh karena itu, kontrak eksklusif antara ADOR dan NewJeans dinyatakan tetap sah dan mengikat secara hukum, dan ADOR masih memegang otoritas penuh dalam mengelola grup tersebut.
 
Kekalahan ini tentunya menjadi pukulan berat bagi NewJeans. Tidak lama setelah putusan dibacakan, pihak grup pun mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka tidak mungkin kembali beraktivitas di bawah ADOR. 
 
Dalam pernyataannya, pihak NewJeans mengatakan, “Karena kepercayaan antara kami dan ADOR telah sepenuhnya runtuh, mustahil bagi kami untuk melanjutkan kegiatan normal di bawah agensi tersebut. Kami berencana mengajukan banding segera.”
 
Sementara itu, ADOR merespons dengan nada lebih tenang dan diplomatis. 
 
Mereka menyampaikan, “Kami berharap putusan ini dapat menjadi kesempatan bagi para artis untuk meninjau kembali situasi dengan tenang. Semua persiapan untuk perilisan album penuh NewJeans telah selesai, dan kami masih menunggu mereka.”
 
Kasus ini kini menjadi salah satu konflik hukum terbesar dalam sejarah K-pop modern, menyoroti pertentangan antara kreativitas, kepemilikan, dan kekuasaan dalam industri hiburan. 
 
Dengan banding yang sudah direncanakan dan opini publik yang terus terbagi, nasib NewJeans dan Min Hee Jin pun masih menjadi tanda tanya besar. 
 
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore