Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 November 2025, 05.38 WIB

Indonesia Dukung Brasil untuk Konservasi Hutan Tropis, Kejar Target Net Zero Emission 

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo dalam KTT Iklim Belem (Belem Climate Summit). (Istimewa) - Image

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo dalam KTT Iklim Belem (Belem Climate Summit). (Istimewa)

JawaPos.com - Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Tropical Forests Forever Facility (TFFF) yang diluncurkan oleh Presiden Luiz Inácio Lula da Silva di Belem, Brasil. Langkah ini sebagai komitmen terhadap aksi iklim global.
 
Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo dalam KTT Iklim Belem (Belem Climate Summit) dan Leaders Forum peluncuran TFFF mendukung mekanisme pembiayaan inovatif untuk konservasi hutan tropis dunia.
 
“Inisiatif ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kolaborasi global lintas pemangku kepentingan dalam menjaga hutan tropis, paru-paru bumi yang sangat vital bagi pencapaian target suhu 1,5°C dan tujuan bersama di bawah Perjanjian Paris,” ujar Hashim dalam keterangannya, Jumat (7/11).
 
Indonesia yang memiliki hutan tropis terluas ketiga di dunia menganggap TFFF sebagai skema pembiayaan berkelanjutan. Selain itu, mampu memberi insentif langsung bagi upaya konservasi, khususnya yang berbasis masyarakat dan dipimpin oleh komunitas adat.
 
 
Presiden Prabowo Subianto menginginkan Indonesia untuk menyamai kontribusi Brasil terhadap TFFF. Indonesia mendorong negara maju dan para mitra global untuk berpartisipasi aktif mendukung TFFF, tidak hanya melalui pendanaan, tetapi juga dengan transfer teknologi, peningkatan kapasitas, dan berbagi pengetahuan.
 
“Indonesia tetap berkomitmen memperkuat aksi iklim nasional, dan siap bekerja sama dengan semua negara untuk mewujudkan aksi iklim yang nyata, inklusif, dan ambisius," imbuhnya.
 
Hashim mengatakan,  Presiden Prabowo berkomitmen mencapai net zero emission paling lambat tahun 2060 atau lebih cepat, serta menargetkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hingga 8 persen.
 
Komitmen ini tercermin dalam Second Nationally Determined Contribution (SNDC) Indonesia, yang menargetkan pengurangan emisi hingga 1,2–1,5 gigaton CO₂ pada tahun 2035. Pilar utama komitmen tersebut adalah program Forestry and Other Land Uses (FoLU) Net Sink 2030, yang menargetkan pengurangan bersih 92–118 juta ton CO₂ pada 2030.
 
Pemerintah juga terus mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi terbarukan, biofuel, serta teknologi rendah karbon seperti pembangkit listrik tenaga nuklir. Presiden Prabowo baru-baru ini menetapkan Peraturan Presiden No. 109 tentang Waste-to-Energy dan Perpres No. 110 tentang Nilai Ekonomi Karbon sebagai instrumen pembiayaan dekarbonisasi nasional.
 
Indonesia mencatat kemajuan signifikan dalam pengendalian deforestasi, dengan tingkat deforestasi tahunan rata-rata turun 75 persen sejak 2019, terendah dalam dua dekade terakhir. Indonesia juga berkomitmen memperkuat konservasi keanekaragaman hayati melalui pembangunan koridor gajah dan program konservasi berbasis masyarakat.
 
Selain hutan daratan, Indonesia menjaga sekitar 17 persen cadangan karbon biru dunia (setara 3,4 gigaton CO₂) yang penting untuk mitigasi iklim dan ketahanan pesisir.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore