Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 November 2025, 22.47 WIB

Tuai Polemik, Deportasi WNA Rusia Artem Kotukhov Dibahas Bersama Kementerian Imipas

Kasubdit Rehabilitasi Direktorat Perawatan dan Kesehatan Kementerian Imipas, Hetty Widiastuti. (Istimewa). - Image

Kasubdit Rehabilitasi Direktorat Perawatan dan Kesehatan Kementerian Imipas, Hetty Widiastuti. (Istimewa).

JawaPos.com -  Keputusan Pemerintah Indonesia mendeportasi WNA asal Rusia bernama Artem Kotukhov menjadi polemik. Sebabnya tidak lain akrena Artem dinilai berjasa dalam pengungkapan kasus narkoba di Indonesia. Belum alam, Kementerian Imigarasi dan Pemasyarakatan (Imipas) bersama instansi terkait lain membahas deportasi tersebut. 

Kasus Artem menjadi bahan diskusi bersama yang dihadiri secara langsung oleh Kasubdit Rehabilitasi Direktorat Perawatan dan Kesehatan Hetty Widiastuti sebagai perwakilan dari Kementerian Imipas. Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh di Jakarta tersebut juga hadir Ketua Umum Lembaga Anti Narkotika Nasional (LANN) Ibrahim Saehaia dan perwakilan dari berbagai kementerian serta lembaga lain. 

”Pemerintah akan mendalami kasusnya secara menyeluruh. Kita harus bersabar menunggu hasilnya, karena keputusan sepenuhnya ada di tangan pimpinan,” ungkap Hetty dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (10/11).

Dalam kesempatan yang sama, Hetty berkomitmen untuk melaporkan langsung kasus Artem kepada Menteri Imipas Agus Andrianto. Tujuannya agar keputusan itu tidak terus menjadi polemik dan ada solusi terbaik untuk semua pihak. Mengingat Artem sudah menikah dengan seorang perempuan asal Indonesia dan memiliki dokumen tinggal resmi.

Menembahkan keterangan Hetty, Erwin Kotalima sebagai perwakilan dari Divisi Advokasi LANN menyampaikan bahwa kasus yang terjadi pada Artem adalah tindakan inprosedural. Menurut dia, tidak ada bukti kesalahan dalam kasus yang menimpa Artem hingga harus dideportasi ke negara asalnya. 

”Kami sangat heran dengan alasan deportasi yang terus berkelanjutan. Masa cekal yang seharusnya hanya 6 bulan kini sudah berlangsung jauh lebih lama,” terang dia.

Selama ini, Artem aktif di LAN Bali. Dia dideportasi setelah membantu aparat penegak hukum mengungkap jejaring pengedar narkoba besar di Pulau Dewata 2 tahun lalu. Karena itu, LAN mempertanyakan keputusan yang diambil hingga Artem dideportasi ke Rusia. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore