Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 November 2025, 02.19 WIB

Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, Syaikhona Kholil Bangkalan Telah Lahirkan Banyak Ulama Besar

KH Hasyim Asy - Image

KH Hasyim Asy

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menetapkan Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai Pahlawan Nasional bersama sejumlah tokoh lainnya.

Penetapan ini diumumkan orang nomor satu di Indonesia itu bertepatan dengan Hari Pahlawan pada hari ini, Senin (10/11) di Istana Negara Jakarta.

Syaikhona Kholil Bangkalan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Syaikhona Kholil termasuk ulama besar karismatik asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Dia sangat haus akan ilmu pengetahuan sejak kecil dan menimba ilmu ke sejumlah ulama di sejumlah pesantren. 

Tak hanya itu, Syaikhona Kholil melengkapi pengembaraan ilmu pengetahuannya ke Makkah dan sempat berguru ke sejumlah ulama di tanah suci.

Ia pernah belajar kepada Syekh Nawawi al Bantani; Syekh Utsman bin Hasan Ad Dimyati; Syekh Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan; Syekh Mustafa bin Muhammah Al Afifi Al Makki; dan Syekh Abdul Hamid bin Mahmud Asy Syarwani selama berada di Makkah.

Setelah kembali ke Tanah Air dan membangun pesantren di Bangkalan, Pulau Madura, Syaikhona Kholil didatangi banyak santri yang dalam perjalannya mereka kemudian menjadi ulama besar

Sejumlah ulama besar yang pernah berguru atau menjadi murid dari Syaikhona Kholil Bangkalan antara lain KH Muhammad Hasan Sepuh (Pendiri Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo), KH Hasyim Asy’ari (Pendiri Nahdlatul Ulama, Pendiri Ponpes Tebuireng, Jombang), dan KH Zaini Mun'im (Pendiri Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo).

Juga KH Musthofa (Pendiri Ponpes Tarbiyatut Tholabah, Kranji, Lamongan), KH Abdul Wahab Chasbullah (Pengasuh Ponpes Tambak Beras, Jombang), KH Bisri Syansuri (Pengasuh Ponpes Denanyar, Jombang), dan KH Manaf Abdul Karim (Pendiri Ponpes Lirboyo, Kediri).

Ulama-ulama besar lain yang sempat berguru kepada Syaikhona Kholil Bangkalan yaitu KH Ahmad Dahlan Termas, KH Muhammad Falak bin Abas (Pagentongan Bogor), dan KH Imam Zahid, Jombang (kakek buyut Emha Ainun Nadjib). 

Juga KH Romli Tamim (menantu KH Hasyim Asy'ari, Pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Jombang),  KH Tamim Irsyad (Pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Jombang).

Selain sejumlah ulama di atas, ada banyak ulama lain yang turut berguru kepada Syaikhona Kholil Bangkalan.

Mereka adalah KH Ma'sum (Lasem, Rembang), KH Munawir (Pendiri Ponpes Al-Munawwir Krapyak, Jogjakarta), KH Abdul Majid bin KH Abdul Hamid Itsbat (Batabata, Pamekasan), KH Abi Sujak (Pendiri Ponpes Astatinggi, Kebunagung, Sumenep), KH Usymuni (Pendiri Pondok Pesantren Pandian, Sumenep), dan masih banyak lagi ulama lainnya.

Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan lahir pada Mei 1835 di Bangkalan, Madura. Dia mengembuskan napas terakhir pada 24 April 1925 dan dimakamkan di Bangkalan.

Pemakamannya kerap menjadi tempat ziarah dari banyak orang dari berbagai daerah di tanah air sampai sekarang. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore