
Tuan Rondahaim Saragih Garingging. (Metro Daily)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada 10 tokoh pada pelaksanaan Hari Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/10). Salah satu nama yang muncul yakni Tuan Rondahaim Saragih Garingging.
Beliau adalah sosok pahlawan dari tanah Sumatera dan dikenal gigih dalam memperjuangkan wilayahnya untuk melawan penjajahan Belanda. Penetapan Tuan Rondahaim sebagai pahlawan pun dituangkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 116/TK Tahun 2025.
Tuan Rondahaim Saragih Garingging sendiri lahir pada tahun 1828 di Juma Simandei, Sinondang, Pamatang Raya, yang merupakan pusat Kerajaan Raya. Ia adalah putra dari pasangan Tuan Jinmahadim Saragih Garingging bergelar Tuan Huta Dolog dan Puang Ramonta boru Purba Dasuha.
Ayahnya dikenal sebagai penguasa Partuanan Raya, sementara ibunya adalah putri dari Guru Raya. Namun, karena sang ibu berstatus sebagai selir, kehidupan Rondahaim dan ibunya dijalani dalam keterbatasan.
Sejak kecil, Rondahaim dibesarkan dengan bimbingan dari keempat pamannya, Guru Murjama, Guru Onding, Guru Nuan, dan Guru Juhang. Ia sempat menimba ilmu bahasa Melayu serta pengetahuan tentang pemerintahan ketika menetap di Kerajaan Padang.
Pada usia 12 tahun, Rondahaim kehilangan ayahnya. Kekuasaan ayahnya kemudian dilanjutkan oleh pamannya, Tuan Murmahata Saragih Garingging bergelar Tuan Sinondang, yang sekaligus menikahi ibu Rondahaim.
Sebagai raja, Rondahaim dikenal aktif memperluas wilayah kekuasaan dan menentang penjajahan Belanda di tanah Sumatra. Ia memimpin sejumlah pertempuran penting melawan Belanda, antara lain pada 21 Oktober 1887 di Dolok Merawan dan 12 Oktober 1889 di Bandar Padang.
Berkat perjuangannya yang gigih, pasukan Belanda akhirnya berhasil dipukul mundur dari wilayah Kerajaan Raya pada 1887.
Pada 1887, pasukan kolonial Belanda berhasil menekan dan memukul mundur kekuatan Partuanan Raya. Setelah penyerangan Belanda ke Bajalinggei pada Februari 1888, tidak lagi terjadi pertempuran terbuka antara pasukan kolonial dan pasukan pimpinan Tuan Rondahaim.
Selain menghadapi tekanan dari luar, Tuan Rondahaim juga dihadapkan pada konflik internal di wilayah kekuasaannya. Dua orang bangsawan setempat memberontak dengan menguasai sejumlah kampung dan menjalin hubungan dengan pihak Belanda.
Di tengah situasi tersebut, kondisi kesehatan Tuan Rondahaim semakin menurun. Tubuhnya membengkak, dan tidak ada tabib di Raya yang mampu menyembuhkannya. Pada bulan Juli 1891, Tuan Rondahaim menghembuskan napas terakhir di Rumah Bolon Raya. Menurut catatan Jaulung Wismar Saragih, kepergian Tuan Rondahaim meninggalkan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Raya.
Atas pengabdian dan perjuangannya dalam melawan kolonialisme di wilayah Sumatera Timur, Tuan Rondahaim Saragih Garingging dianugerahi tanda kehormatan Bintang Jasa Utama oleh Presiden B.J. Habibie pada tanggal 13 Desember 1999.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 077/TK/Tahun 1999, sebagai bentuk pengakuan negara atas dedikasi dan keberaniannya memperjuangkan kemerdekaan serta mempertahankan kedaulatan tanah leluhur.
Untuk mengenang jasa-jasanya, Pemerintah Kabupaten Simalungun memberikan penghormatan dengan menamai rumah sakit daerah setempat sebagai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Rondahaim Saragih. Pemberian nama ini dimaksudkan agar semangat perjuangan dan pengorbanan beliau terus hidup di tengah masyarakat Simalungun.
Selain itu, salah satu ruas jalan utama di Kota Pematangsiantar juga diberi nama Jalan Tuan Rondahaim, sebagai simbol penghargaan dan pengingat akan peran pentingnya dalam sejarah perjuangan rakyat Simalungun melawan penjajahan. Melalui berbagai bentuk penghormatan ini, nama Tuan Rondahaim Saragih Garingging tetap dikenang sebagai sosok pahlawan yang gigih, berani, dan setia pada tanah airnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
