Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 November 2025, 22.33 WIB

Nezar Patria: Kreativitas dan Inovasi Anak Muda, Bentuk Perjuangan Baru di Era Digital

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria (dua dari kiri ). (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria (dua dari kiri ). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria menegaskan bahwa semangat kepahlawanan tetap relevan di tengah arus transformasi digital yang pesat. Menurutnya, perjuangan di era modern harus berakar pada nilai-nilai luhur para pahlawan yang diwujudkan melalui pengabdian, inovasi, dan kolaborasi.

“Para pahlawan berjuang bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk kita, generasi yang bahkan belum mereka kenal. Mereka mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, tetapi lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” ujar Wamen Nezar dalam keterangannya, Selasa (11/10).

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneladani kesabaran para pahlawan dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, serta membangun kekuatan bersama di tengah segala keterbatasan yang ada.

“Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Wamen Nezar menilai bahwa di era kemajuan teknologi saat ini, kreativitas, riset, dan karya anak muda merupakan bentuk nyata perjuangan baru dalam menjaga kedaulatan bangsa di ruang digital.

“Di masa kini perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, mainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian,” tegasnya.

Ia menambahkan, semangat kepahlawanan masa kini tidak berhenti pada simbol-simbol peringatan, tetapi harus diwujudkan dalam tekad untuk menghadirkan kemajuan, kemandirian, dan manfaat bagi masyarakat luas.

“Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian. Di situlah letak kehormatan sejati, bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” kata Wamen Nezar.

Sementara itu, peringatan Hari Pahlawan jatuh setiap tanggal 10 November sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia. 

Semangat kepahlawanan yang lahir dari keberanian, keikhlasan, dan persatuan menjadi dasar terbentuknya bangsa yang merdeka dan berdaulat. Nilai-nilai perjuangan itu tidak hanya relevan pada masa perang, tetapi juga menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore