Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 November 2025, 16.51 WIB

Singgung Ledakan SMAN 72 Jakarta, Wapres Gibran Ingatkan Sekolah Harus Bebas dari Perundungan

Wapres Gibran memberikan sambutan pada silaturahmi nasional alumni Pesantren Buntet. (Istimewa)

JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari tindakan perundungan (bullying). Pesan itu ia sampaikan saat menyinggung insiden ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11).

Insiden tersebut diduga melibatkan seorang siswa sekolah itu sendiri. Pelaku juga disebut-sebut menjadi korban bullying, yang memicu keprihatinan banyak pihak terkait kondisi psikologis dan keamanan siswa di lingkungan pendidikan.

“Sekolah itu harus menjadi tempat yang aman, nyaman bagi anak-anak kita, tempat yang bebas dari perundungan,” kata Gibran, Jumat (14/11).

Gibran menekankan, seluruh pihak baik guru, orang tua, maupun sesama siswa harus lebih peka dan peduli terhadap kondisi lingkungan belajar. Ia meminta adanya perhatian bersama agar insiden serupa tidak kembali terulang.

“Saya titip, untuk kita semua saling menjaga, saling peka, dan juga saling mengingatkan agar kejadian-kejadian yang terjadi kemarin di salah satu SMA di Jakarta tidak terulang kembali,” tegasnya.

Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut, terduga pelaku di balik ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) merupakan seorang siswa di sekolah tersebut. Kapolri menyatakan proses hukum oleh Polda Metro Jaya dan jajaran masih berlangsung. 

”Terduga pelaku saat ini merupakan salah satu siswa di SMA tersebut,” ucap Jenderal Sigit, pada Sabtu (8/11). 

Berdasar keterangan yang sudah diperoleh Polri sejauh ini, pelaku beraksi seorang diri. Belum ada keterlibatan dari pihak lain. Namun demikian, Sigit menyampaikan bahwa pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman dan pengembangan. Sehingga tidak berhenti pada informasi, keterangan, dan barang bukti yang sudah diperoleh sejauh ini. 

”Saat ini masih satu (terduga pelaku) yang kami dapati, namun kami tidak berhenti sampai di situ. Kami terus melakukan penyisiran apakah ada pihak-pihak lain dan saat ini tim sedang bekerja. Jadi, untuk jumlah resminya berapa tentunya saat ini kami terus sedang melakukan pendalaman,” pungkasnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore