Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 November 2025, 20.59 WIB

Indonesia Siapkan 20 Ribu Pasukan TNI untuk Dikirim ke Gaza, Ini Kualifikasi dan Kemampuannya

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengantar Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania Mayor Jenderal Yousef Ahmed Al-Hunaiti meninggalkan kantor Kemhan pada Jumat (14/11). (Syahrul) - Image

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengantar Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania Mayor Jenderal Yousef Ahmed Al-Hunaiti meninggalkan kantor Kemhan pada Jumat (14/11). (Syahrul)

JawaPos.com - Sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, TNI kini menyiapkan 20 ribu pasukan TNI untuk dikirim ke Gaza, Palestina. Puluhan ribu prajurit yang disiapkan oleh TNI memiliki kualifikasi dan kemampuan khusus pada bidang konstruksi dan kesehatan.

Diakui oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Presiden Prabowo memang menyiapkan pasukan dalam jumlah besar untuk dikirim ke Gaza. Itu merupakan bentuk komitmen Pemerintah Indonesia yang mendukung penuh kemerdekaan Palestina.

”Presiden Prabowo menyiapkan pasukan cukup besar, karena sebagaimana teman-teman tahu bahwa kita sedang menyiapkan juga pembangunan kekuatan kita di Indonesia yang sedang kita tingkatkan. Jadi, pemikiran beliau kita maksimalkan 20.000 prajurit kita siapkan,” terang dia pada Jumat (14/11). 

Puluhan ribu pasukan yang disiapkan itu tidak sembarangan. Pemerintah Indonesia ingin para prajurit yang dikirim ke Gaza memiliki kualifikasi dan kemampuan di bidang konstruksi dan kesehatan. Menurut Sjafrie, itu yang dibutuhkan. Karena Gaza perlu pemulihan fisik dan juga bantuan kesehatan.  

”Tetapi, spesifikasinya (prajurit yang disiapkan untuk dikirim ke Gaza) kepada kesehatan dan juga konstruksi,” ucap Sjafrie. 

Mantan panglima Kodam Jaya/Jayakarta itu pun menegaskan kembali, pasukan yang disiapkan untuk dikirim ke Gaza adalah peacekeeping operation bukan peacemaking operation. Sjafrie mengungkapkan bahwa 2 kategori pasukan tersebut sangat berbeda. Sebab peacekeeping operation bertugas setelah terjadi gencatan senjata.

”Sehingga pasukan yang akan datang itu sifatnya untuk menjaga perdamaian, itu bisa berlangsung lebih lama menuju kepada perundingan politik,” jelasnya. 

Sejauh ini, ada 2 opsi pengiriman pasukan dari Indonesia ke Gaza. Pertama melalui inisiasi Amerika Serikat (AS) kedua lewat naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sambil menunggu keputusan yang pasti, Indonesia juga menyiapkan diri untuk kembali mengirimkan bantuan kemanusian ke Gaza dengan cara airdrop menggunakan pesawat. 

”Tetapi, tentunya airdrop itu juga mengikuti perkembangan situasi yang ada di sana. Jadi, ada keterkaitan dengan Israel, ada kaitan dengan negara yang memang mempunyai kompetensi dan peranan di dalam perdamaian di sana. Nah, kita yang mendukung itu menerima lampu hijau dari mereka. Kalau mereka katakan silakan drop, kita drop,” terang Sjafrie.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore