Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 November 2025, 21.40 WIB

Menhan Sjafrie Ungkap 2 Opsi Pengiriman 20 Ribu Pasukan TNI ke Gaza Palestina, Inisiasi Amerika atau di Bawah Naungan PBB

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menggelar konferensi pers usai rapat paripurna kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Minggu (31/8). (Istimewa)

JawaPos.com - Keinginan Indonesia mengirim 20 ribu pasuk TNI ke Gaza, Palestina bakal dibahas lebih lanjut oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Raja Yordania Raja Abdullah II sore ini (14/11). Sebelum pertemuan kedua pimpinan negara tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoedin mengungkap 2 opsi pengiriman pasukan tersebut. 

Menurut Sjafrie, 2 opsi tersebut terdiri atas pengiriman pasukan ke Gaza di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sementara opsi kedua adalah pengiriman pasukan di bawah persetujuan organisasi internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kedua opsi tersebut dibahas secara intens namun tetap perlu waktu. 

”Itu yang memerlukan pembicaraan yang tentunya tidak dalam waktu singkat (diputuskan), tapi memerlukan satu kesepakatan bersama,” terang Sjafrie kepada awak media.

Sjafrie menyampaikan bahwa keterlibatan Indonesia dalam misi kemanusiaan di Gaza akan bergantung pada beberapa negara di Timur Tengah. Yakni Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab (UAE). Apabila kelima negara tersebut memberi izin dan mempersilakan Indonesia untuk bergabung, 20 ribu pasukan TNI bisa dikirimkan ke Gaza.

”Jadi, ada lima (negara) yang kalau itu menyatakan silakan, maka Indonesia dengan senang hati akan melibatkan (pasukan TNI melaksanakan misi kemanusiaan di Gaza). Tentu saja (izin dari) Israel,” tegasnya. 

Karena itu, Sjafrie menyampaikan bahwa pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Raja Abdullah II akan turut membahas rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza. Sjafrie memastikan, pengiriman pasukan itu tidak bersifat koersif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kemanusiaan dengan niat kuat untuk membantu Palestina.

”Kita menghindari apa istilahnya, koersif. Kita lebih cenderung kepada pendekatan kemanusiaan,” ujarnya.

Sebelum kedatangan Raja Abdullah II di Indonesia, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin sudah lebih dulu menerima kunjungan dari Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania Mayor Jenderal Yousef Ahmed Al-Hunaiti siang tadi.

”Mendahului kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II nanti sore, saya baru menerima Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania Jenderal M. Yousef, yang datang ke sini sebagai kunjungan balasan pada saat saya berkunjung ke Jordan beberapa bulan yang lalu,” kata dia.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore