Musibah longsoe terjadi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). (BPBD Cilacap)
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menurunkn tim ke lokasi terdampak longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Berdasar hasil kaji cepat, BNPB menyampaikan bahwa salah satu penyebab terjadinya longsor adalah topografi daerah yang berbentuk cekungan.
”Topografi wilayah yang berbentuk cekungan menjadi salah satu potensi risiko terdampak longsor. Inilah yang juga diduga menjadi faktor penyebab kejadian tersebut berdasarkan kaji cepat sementara di lapangan,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi pada Sabtu (15/11).
Sampai hari ini ratusan personel gabungan masih melaksanakan operasi SAR di lokasi terdampak longsor. Sebanyak 20 korban yang dinyatakan hilang masih terus dicari. BNPB juga sudah menambah kekuatan alat berat dari 4 unit menjadi 8 unit. Harapannya, proses pencarian hari ini membuahkan hasil. Para korban hilang ditemukan.
Selain bergerak cepat untuk memastikan korban terdampak bencana ditemukan, BNPB juga mempertimbangan prakiraan cuaca di wilayah Cilacap. Informasi yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hari ini hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi hampir merata di wilayah Kecamatan Majenang, Cilacap.
”BNPB mengimbau warga maupun Tim SAR yang sedang bertugas di lokasi untuk selalu waspada akan risiko longsor susulan. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi lebih dari satu jam, warga diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman,” jelasnya.
Berdasar data yang diterima oleh BNPB, kemarin (14/11) Tim SAR Gabungan menemukan seorang korban meninggal dunia sekitar pukul 10.56 WIB. Dengan demikian, jumlah orang dalam daftar pencarian berkurang dari 21 orang menjadi 20 orang. Operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 16.30 WIB karena cuaca buruk.
”Hujan dengan intensitas tinggi kembali turun dan tentunya berisiko dan dapat memicu longsor susulan. Kondisi ini tentunya menjadi tantangan yang harus disikapi dengan bijak agar tidak menimbulkan korban tambahan,” terang Abdul Muhari. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
