Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Gizi Nasional resmi memperkenalkan layanan call center Sentra Aduan Gizi Interaktif (SAGI) 127 sebagai sarana pelibatan publik dan pengawasan bersama pada penyelenggaraan MBG di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan ini pula, BGN meresmikan kampanye nasional “Makan Bergizi, Hak Anak Indonesia”.
Kedua peluncuran ini dilakukan bersamaan sebagai simbol komitmen BGN untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki hak dasar berupa makanan bergizi yang aman, berkualitas, dan merata, serta membuka ruang partisipasi publik dalam pengawasan program gizi nasional.
Layanan pengaduan dan konsultasi gizi ini akan beroperasi 24 jam. Kanal ini menjadi wadah komunikasi langsung bagi siswa, orang tua, sekolah, penyedia katering, hingga masyarakat umum untuk memberikan laporan, masukan, hingga memperoleh edukasi terkait pemenuhan gizi.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan, melalui layanan ini, pemenuhan hak anak Indonesia bisa dilayani oleh 127 petugas setiap harinya. Hal ini pulalah yang menjadi alasan penamaan SAGI 127.
“Nanti seluruh aduan pertanyaan terkait dengan program makan bergizi gratis dan pemenuhan hak anak Indonesia dapat dilayani oleh 127 orang yang bertugas setiap hari. Dan akan melayani setiap pertanyaan yang ada, setiap aduan yang ada. Jadi sahabat SAGI 127 dilayani oleh 127 operator setiap hari,” kata Dadan pada saat peluncuran di Jakarta, Senin (17/11).
Dia menjelaskan, bahwa program makan bergizi gratis (MBG) sejatinya merupakan program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang telah di-launching pada 6 Januari 2025 lalu. Saat itu, 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 26 provinsi ikut diluncurkan.
Saat ini sendiri, SPPG telah berjumlah 15.267 di 38 provinsi, 509 kabupaten, dan 7.022 kecamatan yang sudah melayani 44,2 juta penerima manfaat.
“Dan itu artinya sudah mencapai 53 persen dari total target yang ditargetkan 82,9 juta. Jadi Badan Gizi Nasional masih bekerja keras untuk memenuhi 47 persen hak anak Indonesia atas program makan bergizi, atas akses gizi dengan menu gizi seimbang,” jelasnya.
Di sisi lain, dia menjelaskan bahwa penduduk Indonesia masih bertumbuh 6 orang per menit, 3 juta per tahun dan masih tetap akan bertumbuh mencapai 324 juta pada 2045. Pertambahan penduduk Indonesia itu sendiri mayoritas disokong oleh orang tua dengan pendidikan rata-rata 9 tahun. Alhasil, anak-anak Indonesia sebagian besar dilahirkan oleh orang tua yang pendidikannya rata-rata 9 tahun.
Bahkan, di Jawa Barat, orang tua hanya berpendidikan 8,8 tahun, Jawa Tengah hanya 8,01 tahun, dan Jawa Timur hanya 8,11 tahun.
“Makanya tidak heran kalau anak-anak itu dilahirkan oleh orang tua yang lulusan SD dengan anggota rumah tangga yang rata-rata (berpendidikan) 4,78 tahun. Itu artinya, kalau ada 100 keluarga miskin yang pendapatannya Rp 1 juta-1,5 juta, 78 keluarga itu anaknya 3, 22 keluarga anaknya 2,” ungkap dia.
“Jadi tidak heran ketika kita intervensi program makan bergizi ini, kita temukan 60 persen anak Indonesia tidak punya akses terhadap menu dengan gizi ini. 60 persen anak kita hampir tidak pernah minum susu karena tidak mampu beli susu,” imbuhnya.
Oleh sebabnya, dia menekankan bahwa negara harus hadir karena anak-anak yang ada saat ini di Paud, TK, SD, hingga SMA, 20 tahun kemudian akan menjadi tenaga kerja yang produktif. Jika tidak diintervensi dengan MBG, generasi produktif pada 2045 nanti dikhawatirkan menjadi generasi yang sulit bersaing dengan negara lain lantaran tidak memiliki akses pada menu dengan gizi seimbang.
“Banyak anak-anak yang masih makan hanya dengan penyedap rasa, bahkan ada anak-anak yang ketika kita intervensi seminggu gak bisa makan yang kita sajikan karena terbiasa makan nasi dan indomie. Sehingga kita harus ajari ibunya agar anaknya mau makan apa yang kita sajikan. Karena ini penting sekali untuk pertumbuhan, kecerdasan, kesehatan, dan kekuatan anak itu di masa depan,” tukas dia.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
