Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 November 2025, 23.55 WIB

Jembatan Gladak Perak Diselimuti Kabut, Lahar Dingin Semeru Mengalir Deras Usai Hujan

Jembatan Gladak Perak diselimuti kabut setelah hujan deras yang mengguyur. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Jembatan Gladak Perak diselimuti kabut setelah hujan deras yang mengguyur. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Jembatan Gladak Perak yang menghubungkan Kabupaten Lumajang-Kabupaten Malang, tertutup kabut tebal, tak lama setelah hujan deras yang mengguyur, Jumat (21/11). 

Sejak Jumat siang (12/11), sejumlah daerah di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, diguyur hujan deras, setelah terjadi erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11). Material vulkanik pun terbawa aliran air hujan. 

Dari pantauan JawaPos.com, banjir lahar dingin mengalir deras di Jembatan Gladak Perak di Besuki Kobo'an. Selain kabut, kepulan asap panas guguran (APG) bercampur material vulkanik menimbulkan gemuruh.

Tebalnya kabut membuat petugas Polisi menutup sementara Jembatan Gladak Perak. "Kabutnya tebal sekali, jarak pandangnya juga sempit. Ini berbahaya bagi pengendara jalan," tutur salah seorang petugas polisi yang berjaga.

Namun ketika jarak pandang cukup dan kabut memudar, pengendara bisa melewati Jembatan Gladak Perak secara bertahap dan terbatas. Hingga berita ini ditulis, Jumat (21/11) pukul 16.00 WIB, hujan masih turun rintik-rintik. 

Kronologi Singkat Erupsi Gunung Semeru

Terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.

Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan ada dua kecamatan yang terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Hingga Jumat pagi (21/11), jumlah warga yang mengungsi adalah 499 jiwa, dengan 21 rumah rusak parah, dan 124 hewan ternak mati. 

Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore