
Silaturahmi Alim Ulama yang digelar di Jakarta oleh jajaran tanfidziyah PBNU menarik perhatian setelah Rais Aam PBNU KH, Miftachul Akyar dan Sekjen PBNU, Syaifullah Yusuf tak hadir.(Nurul F/JPC).
JawaPos.com - Silaturahmi Alim Ulama yang digelar di Jakarta oleh jajaran tanfidziyah PBNU menarik perhatian setelah Rais Aam PBNU KH, Miftachul Akyar dan Sekretaris Jenderal PBNU, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul yang tidak hadir dalam acara tersebut. Terkait itu, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menyebut jajaran tanfidziyah diwakili langsung oleh dirinya.
Itu sebabnya, surat undangan yang ditujukan kepada 76 alim ulama Indonesia langsung ditandatangani oleh dirinya sendiri. Namun begitu, ia memastikan bahwa kegiatan Silaturahmi Alim Ulama yang digelar di Kantor Pusat PBNU Jakarta, pada Minggu (23/11) merupakan inisiatif tanfidziyah.
Untuk diketahui, tanfidziyah adalah bagian pelaksana organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Dalam struktur, tanfidziyah terdiri dari ketua umum, wakil ketua umum, sekretaris jenderal, beberapa wakil sekretaris jenderal, bendahara umum, dan beberapa bendahara.
Gus Yahya juga menyebut bahwa kegiatan Silaturahmi Alim Ulama ini digelar sebagai bentuk momentum PBNU memperoleh nasihat dan arahan dari para kiai sepuh di tengah santernya isu pemakzulan Ketua PBNU.
"Pertemuan ini sebetulnya adalah inisiatif tanfidziyah PBNU dalam hal ini yang saya wakili dengan mengundang para kiai-kiai karena kami ingin mendapatkan masukan, nasehat arahan-arahan para kiai di dalam situasi saat ini. Sehingga undangannya memang saya tanda tangani sendiri sekadar untuk menghadirkan para kiai," kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Minggu (23/11) malam.
Meski begitu, Gus Yahya mengaku dalam kegiatan itu dirinya mengundang seluruh pihak secara umum. Tak dibeberkan jelas alasan ketidakhadiran Rais Aam dan Gus Ipul, Gus Yahya hanya menegaskan bahwa tak ada pihak memihak di dalam tubuh PBNU.
Menurut Kakak Kandung Mantan Menteri Agama era Presiden Joko Widodo ini, PBNU merupakan komunitas yang tunggal atas para kiai-kiai di tanah air. "Tapi kami mengundang secara umum, ya tidak bisa, karena sebetulnya kenyataannya diantara para kiai-kiai ini tidak ada pihak memihak. Semuanya ini adalah komunitas kiai ini semuanya komunitas yang tunggal sebetulnya dari para kiai ini. Tidak ada pihak memihak," ujar Gus Yahya.
Sebelumnya, Akademisi sekaligus ulama muda NU di Australia, Nadirsyah Hosen atau yang akrab disapa Gus Nadir menilai, kondisi organisasi tengah mengalami persoalan serius, terutama terkait hubungan pucuk pimpinan PBNU dengan sejumlah pengurus inti. Gus Nadir menyinggung adanya konflik internal yang membuat organisasi berjalan tidak semestinya.
Dalam kritiknya, Gus Nadir menyebut hubungan antara Gus Yahya dengan pengurus lain tidak berjalan harmonis. Ia menyinggung hubungan Gus Yahya dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Bendahara Umum (Bendum) Gudfan Arif Ghofur yang sudah tidak sejalan sejak lama.
Bahkan, Gus Yahya juga disebut tidak menjalin hubungan harmonis dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. “Jam'iyyah ini sedang berjalan terbalik. Ketua Umum berkonflik dengan Sekjen dan Bendum. Ketua Umum juga tidak akur dengan Rais 'Am,” kata Gus Nadir dalam unggahan pada media sosial Instagram, Minggu (23/11).
Menurutnya, ketidakharmonisan tersebut telah menghambat sinergi organisasi yang seharusnya berjalan kolektif dan sesuai mekanisme AD/ART. Gus Nadir juga menyoroti ketidaksinkronan antara pucuk pimpinan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU. Ia memaparkan bahwa persoalan bukan hanya terjadi pada level Ketua Umum, tetapi juga merembet kepada posisi lain dalam struktur PBNU.
“Sementara Rais 'Am sendiri tidak sreg dengan Katib 'Am (yang kebetulan masih keluarga dekat Ketum). Akhirnya, surat resmi Syuriyah hanya ditandatangani Rais 'Am. Surat Tanfidziyah hanya diteken Ketum," paparnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
