Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 November 2025, 22.18 WIB

BGN Minta SPPG Libatkan Petani, Peternak Kecil, UMKM, dan Koperasi sebagai Pemasok Bahan Pangan Program MBG

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang meminta seluruh SPPG melibatkan petani kecil, kelompok peternak ayam kampung, UMKM, dan koperasi sebagai pemasok bahan pangan program MBG. (ANTARA/HO-BGN) - Image

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang meminta seluruh SPPG melibatkan petani kecil, kelompok peternak ayam kampung, UMKM, dan koperasi sebagai pemasok bahan pangan program MBG. (ANTARA/HO-BGN)

JawaPos.com — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah untuk melibatkan petani kecil, kelompok peternak ayam kampung, UMKM, dan koperasi sebagai pemasok bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Imbauan itu disampaikan Nanik saat Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program MBG yang digelar di Hotel Yusro, Jombang, Jawa Timur, Senin (24/11/2025).

“Saya ingatkan kepada SPPG, Mitra, dan Yayasan, jangan hanya memberi kesempatan kepada mereka yang punya modal besar. Libatkan petani dan peternak kecil, UMKM, dan koperasi sebagai pemasok bahan pangan MBG,” tegas Nanik.

Nanik menyampaikan bahwa dalam kunjungannya ke berbagai daerah, ia menerima banyak aduan dari petani, peternak kecil, serta UMKM yang mengaku kesulitan untuk menjadi pemasok MBG. Kendalanya antara lain terkait perizinan, legalitas usaha, hingga syarat administrasi.

“Mereka itu miskin dan tidak punya uang untuk mengurus segala macam. Jadi tolong jangan dipersulit dengan aturan harus punya NPWP, SIB, UD, dan sebagainya,” ujarnya.

Menurutnya, program MBG sejak awal dirancang sebagai pengungkit ekonomi masyarakat bawah. Karena itu, pelibatan petani kecil, UMKM, dan koperasi sebagai pemasok justru menjadi arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Pelibatan mereka adalah arahan penting Presiden. MBG ini dari awal memang didesain untuk menghidupkan perekonomian masyarakat di pelosok,” jelas Nanik.

Nanik juga menegaskan bahwa pelibatan pelaku usaha kecil secara masif akan membantu menekan inflasi pangan. Dengan makin banyaknya SPPG beroperasi, permintaan bahan pangan meningkat sehingga rawan memicu kenaikan harga.

“Harga bisa ditekan kalau pasokan meningkat. Dalam rapat inflasi awal pekan kemarin, Jombang menempati peringkat pertama inflasi pangan,” kata Nanik mengingatkan.

Di akhir arahannya, Nanik mengingatkan agar seluruh pengelola SPPG, mulai dari kepala satuan, ahli gizi, akuntan, mitra, hingga yayasan, bekerja dengan hati nurani, bukan sekadar orientasi bisnis.

“Saya berharap Anda semua memiliki nurani kemanusiaan seperti Presiden Prabowo Subianto ketika mengelola dapur-dapur MBG. Jangan bisnis oriented,” ujar mantan wartawan senior tersebut.

Dengan pelibatan petani kecil, UMKM, dan koperasi, BGN berharap rantai pasok pangan MBG tidak hanya terpenuhi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di akar rumput.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore