Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 November 2025, 16.30 WIB

Diangkat Sebagai Advisor SCNU, Rektor UI Perkuat Sinergi Ciptakan Inovasi yang Berdampak

Pertemuan Center for Southeast Asian Studies, South China Normal University (SCNU) Tiongkok  menghadirkan tokoh terkemuka dari seluruh kawasan untuk mendorong inovasi dan kolaborasi riset regional. - Image

Pertemuan Center for Southeast Asian Studies, South China Normal University (SCNU) Tiongkok menghadirkan tokoh terkemuka dari seluruh kawasan untuk mendorong inovasi dan kolaborasi riset regional.

JawaPos.com - Rektor Universitas Indonesia (UI), Heri Hermansyah, resmi diangkat sebagai Advisor pada Center for Southeast Asian Studies, South China Normal University (SCNU), Tiongkok. Penunjukan ini tertuang dalam Letter of Appointment yang dikeluarkan oleh SCNU, sebuah pusat riset kawasan yang diakui dan diberi mandat oleh Ministry of Education of the People's Republic of China sebagai Country and Region Studies Base.

SCNU menetapkan Prof. Heri sebagai penasihaavisor t untuk periode November 2025 hingga November 2030. Peran ini menempatkan Rektor UI sebagai mitra strategis dalam pengembangan riset Asia Tenggara, penguatan kerja sama akademik, serta peningkatan jejaring internasional antara UI dan institusi pendidikan tinggi di Tiongkok.

"Merupakan kehormatan bagi saya karena dipercaya sebagai Advisor pada Center for Southeast Asian Studies, South China Normal University. Penunjukan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi UI dan SCNU dalam pengembangan riset kawasan yang strategis. Saya berharap kemitraan ini dapat memperkuat kontribusi akademik kedua institusi bagi masyarakat Asia Tenggara dan dunia," ujar Prof. Heri.

Penunjukan ini mencerminkan pengakuan internasional terhadap kiprah dan kepakaran Heri di bidang inovasi, penelitian, serta kepemimpinan perguruan tinggi. Kehadirannya sebagai advisor juga mempertegas posisi UI sebagai mitra strategis dalam kerja sama akademik global.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi UI dalam lanskap riset kawasan, khususnya terkait isu-isu strategis Asia Tenggara yang semakin relevan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan regional.

"Selama ini, UI dan SCNU menjalin berbagai inisiatif akademik, mulai dari riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan program studi kawasan. Melalui penunjukan ini, sinergi kedua institusi diproyeksikan semakin kuat dan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu, pembangunan kapasitas, serta diplomasi pendidikan tinggi di tingkat regional," kata tambah Heri.

Dalam kesempatan itu, Rektor UI hadir bersama 300 peserta lain dari kalangan pemerintah, akademisi, serta industri dari Tiongkok dan 11 negara Asia Tenggara, dengan hampir 20.000 penonton secara daring. Forum ini mempertemukan para tokoh terkemuka dari seluruh kawasan untuk mendorong inovasi dan kolaborasi riset regional.

Rektor Universitas Indonesia (UI), Heri Hermansyah, resmi diangkat sebagai Advisor pada Center for Southeast Asian Studies, South China Normal University (SCNU), Tiongkok.

Melalui pemaparan berjudul "75th Years Anniversary of Indonesia-China Strengthening Partnership by Strategic Triple Helix Collaborations", Heri menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama Indonesia-Tiongkok melalui model triple helix untuk menciptakan inovasi yang berdampak, pembangunan berkelanjutan, serta peningkatan daya saing kedua negara di tingkat global.

"Perjalanan pembangunan Tiongkok memberikan banyak wawasan berharga bagi Indonesia," ujarnya, seraya menggarisbawahi pesatnya investasi Tiongkok dalam infrastruktur dan teknologi selama satu dekade terakhir.

Menurutnya, Indonesia-China perlu memperkuat kemitraan strategis karena keduanya memiliki potensi besar. Indonesia memiliki populasi muda, pasar yang terus berkembang, serta sumber daya alam yang melimpah, sementara China unggul dalam manufaktur, teknologi 5G, kecerdasan artifisial, kendaraan listrik, dan energi hijau.

Sinergi antara kapasitas Indonesia dan keunggulan teknologi China dapat melahirkan kemitraan yang kuat untuk mempercepat transformasi industri, memperkuat inovasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kedua negara.

Heri menekankan bahwa kerja sama yang optimal hanya dapat dicapai melalui kolaborasi triple helix antara pemerintah, industri, dan universitas. Pemerintah berperan menyediakan kebijakan, insentif, serta pembangunan infrastruktur yang kondusif; industri mendorong investasi, pengembangan produk, dan proses komersialisasi; sementara universitas menjadi pusat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

"Model kerja sama ini berhasil diterapkan di China, khususnya melalui kolaborasi antara Huawei dan Tsinghua University yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah, sehingga mampu mempercepat transfer teknologi dan penguatan ekosistem inovasi nasional," kata Heri.

Untuk itu, UI sebagai aktor kunci berperan penting dalam menciptakan pengetahuan dan riset multidisiplin, melakukan transfer pengetahuan dan teknologi kepada industri, memberikan rekomendasi kebijakan publik berbasis riset, serta mengembangkan talenta nasional yang kompetitif secara global.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore