Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 November 2025, 03.10 WIB

Deretan Fasilitas Transportasi Lumpuh Diterjang Banjir, Menhub Dudy Pastikan Warga Tak Terisolasi

 

Banjir melanda wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. (Dok Kemenhub)

JawaPos.com-Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan duka cita atas bencana yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ia pun memastikan ada sejumlah fasilitas transportasi yang terdampak banjir di wilayah tersebut. 

“Kami turut berduka atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. Insya Allah warga yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Jumat (28/11). 

Pihaknya memastikan akan melakukan berbagai upaya pemulihan layanan transportasi yang terdampak banjir, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat dan logistik sehingga tak terisolasi.

Hingga saat ini sejumlah layanan transportasi baik darat, laut, udara dan perkeretaapian di beberapa wilayah di Sumatera masih terdampak banjir. Untuk itu, Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam upaya pemulihan layanan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan.  

Berdasarkan laporan satuan kerja Kemenhub wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, berikut inisejumlah infrastuktur transportasi darat, laut dan perkeretaapian yang terdampak:  

1. Pelabuhan Lhokseumawe, Aceh;
2. Pelabuhan Penyeberangan Singkil, Aceh;
3. Jalur kereta api lintas Stasiun (St) Krueng Geukueh – St. Bungkaih – St. Krueng Mane, Aceh;
4. Terminal Tipe A Lhokseumawe, Aceh;
5. Terminal Tipe A Langsa, Aceh;
6. Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara;
7. Terminal Tipe A Amplas, Sumatera Utara;
8. Terminal Tipe A Pinang Baris, Sumatera Utara;
9. Terminal Tipe A Sibolga, Sumatera Utara;
10. Terminal Tipe A Tarutung, Sumatera Utara. 

Dudy memastikan, pada transportasi udara, sejumlah bandara dilaporkan dalam kondisi aman dan beroperasi normal. Namun, akses jalan menuju beberapa bandara terhambat banjir atau longsor, seperti pada Bandar Udara  DR. F.L. Tobing, Sibolga, Sumatera Utara dan Bandar Udara Rembele - Takengon, Aceh.  

Sementara di wilayah Sumatera Barat, dampak banjir pada infrastruktur transportasi cenderung minim. Kegiatan operasional di Pelabuhan Teluk Bayur, Bandara Minangkabau dan sejumlah terminal berjalan kondusif dan normal.  

Menurut laporan saat ini kondisi sarana dan prasarana di beberapa tempat dilaporkan aman meski terdapat beberapa titik banjir dan longsor, dengan akses ke beberapa lokasi terputus. Ia memastikan, secara paralel, juga tengah dilakukan identifikasi sarana dan prasarana yang terdampak untuk dilakukan perbaikan. 

“Kami terus memastikan pelayanan dapat berjalan dengan baik. Kalau nantinya upaya pemulihan sesuai hasil identifikasi. Seperti contohnya Terminal Amplas masih terendam, nanti akan dilihat kerusakannya dan tentunya diupayakan perbaikan secepatnya,” tutur Menhub.  

Sebagai upaya tindak lanjut sementara, Kemenhub bersama pemangku kepentingan terkait telah menerjunkan alat berat dan material berupa rel bekas untuk meminimalisir dampak banjir dan longsor. 

Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memperbaharui informasi sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi yang melewati jalur-jalur terdampak banjir. Hal ini mengingat masih banyak sarana transportasi terdampak yang belum dapat beroperasi.  

"Ke depan, kami juga akan lakukan berbagai evaluasi dampak banjir dan longsor pada seluruh fasilitas transportasi yang ada. Upaya ini untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta mendukung percepatan penanganan darurat di daerah yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur," tutup Menhub Dudy. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore