Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 November 2025, 00.05 WIB

MBG Bawa Perubahan Terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus di SLB 5 Jakarta: Dari yang Rajin Masuk, Hingga Torehkan Prestasi

Suasana program makan bergizi gratis di SLB 5 Jakarta. (Foto: Derry Ridwansyah/Jawapos.com) - Image

Suasana program makan bergizi gratis di SLB 5 Jakarta. (Foto: Derry Ridwansyah/Jawapos.com)

JawaPos.com - Di dalam ruang kelas bercat hijau di bilangan Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, aroma lauk pauk tercium di antara tawa pelajar. Di sana, beberapa siswa terlihat khusyuk menyuap nasi dan sayur. Kebersamaan tampak begitu hangat.

Sejak pertengahan November 2024, Sekolah Luar Biasa (SLB) 5 Jakarta ini menjadi salah satu lokasi uji coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga sekarang. Program ini hadir tak sekadar mengisi perut, tetapi juga menumbuhkan semangat dan kebiasaan makan sehat bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Setelah adanya MBG, itu sangat membawa dampak positif (bagi siswa di sini),” tutur Kepala SLB Negeri 5 Jakarta, Hani Rustiani, ketika ditemui Jawapos.com, belum lama ini.

Terdapat 195 siswa yang terdiri dari jenjang SDLB, SMPLB, hingga SMALB di sekolah ini. Mayoritas peserta didik memiliki hambatan intelektual dan pendengaran, beberapa dengan autisme dan daksa. 

Di awal pelaksanaan, kata Hani, menu yang disajikan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah memang belum sempurna. Namun kini, menu MBG semakin variatif berganti setiap hari dengan porsi seimbang antara karbohidrat, protein, dan sayur.

"Jadi (pihak SPPG) menerima kritik, saran, komplain kita hari-hari jika ada apa pun," ujarnya.

Hani mengatakan, perubahan paling terasa dari progam MBG yakni dari kesehatan dan kehadiran siswa. Jika dulu banyak yang sering absen karena sakit. Saat ini sudah berkurang.

“Terutama yang kelas kecil nih, kelas SD, itu kan sering rentan tuh, sering (absen) sakit. Nah, ketika ada MBG ini mereka untuk ketahanan fisiknya cukup lumayan setelah ada MBG ini (rajin masuk)," akunya.

Sebelum ada MBG, lanjut Hani, sebagian besar siswa berangkat dengan bekal uang jajan. Pilihan mereka pun tak jauh dari makanan instan seperti sosis atau nugget. Kini, lewat MBG, mereka belajar mengenal makanan rumahan yang sehat dan mulai menyukainya.

“Bahkan ada yang awalnya enggak mau makan sayur, sekarang suka,” kata Hani.

Tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan siswa, tetapi juga fokus belajar serta peningkatan prestasi. Sejumlah siswa SLB Negeri 5 Jakarta menorehkan prestasi membanggakan selama program MBG berjalan hampir setahun ini. Mereka menjuarai lomba pencak silat, pantomim, menyanyi, hingga menjadi penampil di acara SEAMEO Asia Tenggara.

“Kalau untuk di wilayah Sudin Jakarta Barat banyak sekali yang juara satu. Dari pencak silat, pantomim, kemudian menyanyi, kemudian boga," pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore