Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 November 2025, 22.49 WIB

Kisah Chef Roni, Dari Dapur Hotel Bintang Lima ke Dapur MBG: Saya Merasa Bahagia

Roni Suradi, 45 tahun, chef di SPPG Jatinegara 01 Jakarta Timur. (Dimas Choirul/JawaPos.com) - Image

Roni Suradi, 45 tahun, chef di SPPG Jatinegara 01 Jakarta Timur. (Dimas Choirul/JawaPos.com)

JawaPos.com — Di balik kepulan uap dan aroma masakan setiap pagi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatinegara 01, Jakarta Timur, ada sosok yang memilih jalan berbeda dari gemerlap karir kuliner.

Dialah Roni Suradi, 45 tahun, chef berpengalaman yang kini mendedikasikan ilmu dan kemampuannya untuk memasak bagi ribuan anak sekolah penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Padahal, jejak karir Roni sebelumnya penuh prestasi. Lebih dari 20 tahun ia mengabdi di Taman Safari Bogor, tepatnya Royal Safari Garden. Dari tempat itu, langkahnya melayang ke berbagai dapur besar di banyak kota.

“Saya lama pegang di Taman Safari Bogor, di Royal Safari Bogor itu kurang lebih 20 tahun sebagai chef. Dari situ saya langsung pindah di Jepara (Rumah Makan Koki Kita) terus di Semarang, Cikupa, Istana Nelayan, bahkan Shangri-La Hotel juga pernah,” kenangnya kepada JawaPos.com, Selasa (30/9).

Roni bukan sekadar juru masak. Ia pernah dikirim ke Jepang untuk studi banding, memperkenalkan masakan Indonesia sekaligus mendalami kuliner Jepang.

Bahkan, ia pernah mendapat bimbingan langsung dari Chef Juna Rorimpandey saat masih berkarir di Taman Safari. Sertifikat chef berbagai pelatihan turut ia kantongi, tersimpan rapi di rumah.

Namun seluruh gemerlap pengalaman itu ia tinggalkan saat mendengar kabar sederhana dari ponakannya: ada lowongan juru masak relawan di dapur MBG. Tanpa banyak pikir, ia menerima.

“Bagi saya sih nggak ada yang susah, yang penting niat ikhlas. Itu aja. Niat ikhlas dan bener-bener mau kerja untuk menyajikan masakan apapun. Kalau di hati kita enak, pasti di luar pun enak,” ujarnya.

Kini, Roni memimpin tim kecil beranggotakan enam hingga tujuh orang. Ada yang masih baru di dunia dapur, ada pula yang sudah berpengalaman.

Tantangan terbesarnya bukan soal menu atau jumlah porsi, melainkan melatih kedisiplinan anak-anak muda.

“Tapi saya nyadari, namanya anak baru di dapur, lama-lama juga adaptasi,” katanya sambil tersenyum.

Setiap hari, Roni dan timnya menyiapkan 3.960 porsi makanan MBG. Baginya, tugas itu bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan.

“Saya merasa bahagia, apalagi kalau anak-anak bilang ‘terima kasih, pak.’ Wah, senang sekali, sangat menghibur,” tuturnya.

Meski dapurnya kini jauh dari kemewahan hotel berbintang, semangat Roni justru semakin menyala. Ia berharap program MBG terus berkembang.

“Mudah-mudahan dengan adanya makanan gratis ini makin maju, makin ditingkatkan menunya. Supaya anak-anak semuanya senang, dan jangan sampai ada kendala seperti keracunan atau yang lain,” harapnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore