Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 November 2025, 20.14 WIB

Erawati Asal Dampit Malang, Tewas Saat Lindungi Bayi Majikan dalam Kebakaran Hong Kong

Erawati, PMI asal Dampit, Malang yang tewas saat kebakaran hebat di Hong Kong. (Istimewa) - Image

Erawati, PMI asal Dampit, Malang yang tewas saat kebakaran hebat di Hong Kong. (Istimewa)

JawaPos.com – Salah satu dari tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tewas dalam kebakaran besar di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, telah teridentifikasi sebagai Erawati, 37, pekerja migran asal Dampit, Kabupaten Malang.

Kabar duka ini dikonfirmasi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang dan Kementerian Luar Negeri RI hingga Minggu (30/11). Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Malang Tri Darmawan mengatakan Erawati terdaftar dalam Sistem Komputerisasi Pelayanan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).

“Informasinya, bayi majikannya selamat,” ujar Tri saat dikonfirmasi wartawan. Ia menambahkan bahwa laporan awal mengenai kondisi Erawati diterima dari relawan PMI di Hong Kong, dan pihak keluarga telah diberi tahu mengenai peristiwa tersebut.

Kisah mengenai detik-detik terakhir Erawati menjadi perhatian sesama pekerja migran. Menurut kesaksian yang dibagikan komunitas PMI di Hong Kong, Erawati ditemukan dalam keadaan memeluk bayi majikannya ketika api membesar di blok apartemen tempat ia bekerja.

Bayi itu selamat dan kini dirawat dalam kondisi kritis. Ungkapan belasungkawa dan penghormatan terhadap keberanian Erawati banyak dibagikan di media sosial komunitas pekerja migran.

Rilis resmi Kementerian Luar Negeri RI menyebut kebakaran di Wang Fuk Court terdeteksi sejak Rabu (26/11) sore menjelang pukul 15.00 waktu setempat. Api menyebar sangat cepat melalui perancah bambu dan jaring di bagian luar bangunan, hingga akhirnya naik ke level peringatan tertinggi “No. 5 alarm” pada pukul 18.22.

Hingga Sabtu (29/11) siang waktu Hong Kong, pemerintah setempat melaporkan 128 korban meninggal, sementara 79 orang luka serius dirawat di 15 rumah sakit. Dari jumlah tersebut, pemerintah Indonesia memastikan tujuh WNI menjadi korban tewas, seluruhnya perempuan dan bekerja sebagai pekerja migran sektor domestik.

Selain itu, satu WNI masih dirawat dalam kondisi stabil dan satu lainnya sudah diperbolehkan kembali ke rumah majikan.

KJRI Hong Kong mencatat sekitar 140 pekerja migran Indonesia tinggal atau bekerja di kawasan Wang Fuk Court. Dari jumlah itu, 61 orang telah berhasil dihubungi dan diverifikasi kondisinya, termasuk korban meninggal. Sementara 79 WNI lainnya masih terus dicari dan diverifikasi bersama Hong Kong Police Force (HKPF).

KJRI Hong Kong sejak Rabu malam langsung membuka posko darurat untuk mengumpulkan informasi dan menerima warga yang mengungsi. Tim konsuler juga mulai turun ke lapangan sejak Kamis pagi setelah memperoleh izin pemerintah Hong Kong. Mereka melakukan identifikasi korban, distribusi logistik, hingga membantu penerbitan ulang paspor bagi WNI yang kehilangan dokumen.

Posko tambahan kemudian dibuka di Tai Po Community Center. “Kami melakukan verifikasi kondisi WNI, memberikan bantuan logistik, dan memastikan mereka mendapat fasilitasi yang diperlukan,” demikian pernyataan resmi Kemlu RI dalam rilisnya. Dit PWNI juga telah membentuk tim Family Engagement untuk mendampingi keluarga korban terkait pemulangan jenazah dan pemenuhan hak-hak finansial.

Kemlu RI juga mengingatkan WNI untuk berhati-hati terhadap informasi tidak resmi yang beredar di media sosial. “Seluruh informasi valid hanya berasal dari KJRI Hong Kong dan instansi Pemerintah Hong Kong seperti HKPF dan Labor Department,” tulis Kemlu.

Pemerintah Hong Kong masih menyelidiki penyebab kebakaran. Hingga saat ini 11 orang telah ditahan dengan sangkaan manslaughter atau dugaan kelalaian fatal terkait pemasangan material pada bagian luar bangunan.

Kebakaran di Wang Fuk Court menjadi salah satu tragedi paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir. Proses identifikasi masih berlangsung, sementara pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan kondisi seluruh WNI di kawasan tersebut.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore