
Banjir melanda wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. (Dok Kemenhub)
JawaPos.com - Banjir dan longsor yang parah telah melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bencana ini memutus jaringan transportasi dan melumpuhkan aktivitas warga.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh lini transportasi bergerak cepat membantu penanganan, keselamatan pengguna jasa, dan kelancaran pergerakan orang maupun barang di kawasan terdampak. Fokus utamanya adalah pemulihan infrastruktur transportasi di ketiga provinsi tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan duka cita mendalam dan menekankan keseriusan kementeriannya.
"Sekali lagi atas nama Kementerian Perhubungan, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak, dan kami memastikan seluruh lini transportasi bergerak cepat membantu penanganan bencana ini," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Sabtu (29/11).
Sejak bencana terjadi, seluruh unit teknis Kemenhub di Aceh, Sumut, dan Sumbar langsung meningkatkan kesiagaan. Mereka melakukan pemantauan berkala, sebab laporan awal menunjukkan adanya kerusakan di beberapa ruas jalan nasional dan penurunan layanan di terminal serta pelabuhan.
Meski akses dan jaringan komunikasi masih terganggu, layanan transportasi esensial tetap diupayakan berjalan. Kemenhub menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) bagi staf yang rumahnya terdampak banjir. Tujuannya: menjaga layanan tetap berlanjut dan melindungi pegawai.
Kantor-kantor pelayanan lapangan kini difokuskan pada pengaturan lalu lintas di titik rawan. Ini krusial agar pergerakan kendaraan evakuasi, bantuan logistik, dan angkutan vital tetap terjamin.
Tim bantuan dari Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan, Poltekpel Malahayati, dan Poltekpel Sumbar telah diterjunkan. Personel terlatih ini bergabung dengan BPBD, Basarnas, dan BNPB di lapangan.
Personel bantuan ini bertugas memperkuat operasi evakuasi, mengamankan simpul transportasi, serta membantu pengelolaan arus pengungsi dan penataan area padat warga di terminal dan pelabuhan.
Sektor perkeretaapian juga bergerak cepat. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) bersama satuan pelayanan PT KAI melakukan pemantauan intensif di lintas yang terdampak longsor dan banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Menhub Dudy memastikan proses rehabilitasi jalur dilakukan secara hati-hati.
"Setiap langkah rehabilitasi jalur, kami lakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan pekerja, sembari menurunkan alat berat dan material rel bekas untuk meminimalisir dampak gangguan perjalanan kereta api," tutur Menhub Dudy.
DJKA dan PT KAI telah menyiapkan skema pengalihan perjalanan dan menstabilkan segmen jalur rel yang rusak dengan rel bekas. Ini dilakukan sambil menunggu cuaca kondusif untuk rehabilitasi menyeluruh.
Di sisi lain, BPTD Kelas II Aceh mengalihfungsikan Terminal Tipe A sebagai posko singgah bus dan pusat informasi. Di Sumatra Utara, terminal tetap beroperasi dengan dukungan genset, sedangkan di Sumatra Barat, layanan terminal dan pelabuhan tetap dibuka dengan pengawasan ketat terhadap cuaca.
Khusus di Sumatra Barat, dilakukan pengaturan ulang jam operasional angkutan barang hanya pada pukul 20.00-06.00 WIB. Aturan ini diberlakukan di Indarung dan UPPKB Lubuk Selasih.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
