Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Desember 2025, 20.02 WIB

Presidium Penyelamat Organisasi Dorong Muktamar Dipercepat untuk Selesaikan Konflik Internal PBNU

Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Presidium Penyelamat Organisasi untuk Percepatan Muktamar dan Muktamar Luar Biasa (MLB) Nadlatul Ulama (NU,  mendorong segera digelarnya forum persmusyawatan tertinggi sebagai langkah konstitusional dalam menyelesaikan konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Konflik internal itu muncul setelah beredarnya risalah rapat harian Syuriyah PBNU yang memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum PBNU.

"Kami menyimpulkan bahwa krisis PBNU saat ini adalah kesalahan kolektif kepemimpinan PBNU yang telah kehilangan Ruhul Khidmah (jiwa pengabdian)," kata KH Imam Jazuli dalam keterangan tertulis, Selasa (2/12).

Konflik internal di tubuh PBNU itu dinilai telah mencapai titik krusial, dengan adanya seruan moral untuk islah dari Forum Sesepuh NU di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, pada 30 November 2025. Ia mengamini, seruan islah dari sesepuh NU memang memiliki kekuatan moral yang besar dalam tradisi Nahdliyin, dimana nasihat kiai sepuh menjadi panduan utama dalam menjaga harmoni.

"Ini adalah panggilan untuk kembali ke khittah NU, menekankan pentingnya persatuan dan menghindari perpecahan," tegasnya.

Karena itu, ia juga mendorong Syuriyah PBNU untuk akan melaksanakan rapat pleno sebagai wadah penunjukan Pj Ketua Umum PBNU, dengan tugas menyiapkan Muktamar ke-35 yang dijadwalkan pada awal tahun 2026. 

"Bila Rapat Pleno PBNU tidak mencapai keputusan semestinya, maka kami merekomendasikan penyelesaian kolektif melibatkan pemilik mandat, yakni meminta kepada PWNU, PCNU dan PCINU untuk segera melayangkan surat resmi kepada PBNU agar dilaksanakan Percepatan Muktamar dan atau Muktamar Luar Biasa (MLB)," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga NU untuk menjaga ukhuwah nahdliyah dan menjunjung tinggi etika di media sosial. Ia berharap, ada jalan keluar terbaik dari konflik internal tersebut.

"Memperbanyak taqarrub kepada Allah SWT, seraya memohon agar persoalan yang terjadi di PBNU segera memperoleh jalan keluar terbaik dengan jalan islah konstituonal berupa Muktamar dipercepat dan atau Muktamar Luar Biasa," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore