Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Desember 2025, 18.48 WIB

Legislator Soroti Diskriminasi Penderita HIV/AIDS: Hidup Mereka Tidak Mudah di Negeri Ini

HIV Virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4.

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP, Charles Honoris, menyampaikan keprihatinannya terhadap para penyintas HIV/AIDS yang masih menghadapi stigma dan diskriminasi di Indonesia. Ia mengungkapkan, dirinya kerap menerima laporan mengenai sulitnya akses layanan kesehatan, termasuk pengobatan bagi penderita HIV/AIDS.

“Saya sangat mengetahui bahwa teman-teman hari ini yang statusnya HIV positif, hidupnya tidak mudah di negeri ini. Saya masih mendapatkan banyak sekali keluhan terkait dengan akses mendapatkan obat, adanya diskriminasi, dan lain-lain,” kata Charles kepada wartawan, Rabu (3/12).

Charles menegaskan, layanan kesehatan merupakan hak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Karena itu, ia meminta pemerintah dan tenaga kesehatan memastikan pelayanan yang inklusif dan bebas stigma.

“Layanan kesehatan adalah hak semua warga negara, dan tentunya tidak boleh ada diskriminasi sama sekali,” tegasnya.

Senada, Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, turut mengkritik berbagai bentuk diskriminasi yang masih dialami para pengidap HIV/AIDS. Ia menilai tidak ada alasan untuk mempersalahkan pasien atas penyakit yang mereka derita.

“Semua itu enggak pengen sakit, semua pengen sehat. Semua rakyat punya hak sehat yang sama, itu yang harus kita tekankan,” ujar Ribka.

Ribka mengungkapkan, PDIP terus mendorong agar penyintas HIV/AIDS mendapat jaminan kesehatan memadai dari pemerintah. Ia prihatin karena banyak pasien yang masih harus berjuang keras sekadar untuk menebus obat di rumah sakit.

“Kadang-kadang mereka tebus obat aja mengalami diskriminasi, misalnya dari jam 5.00 pagi pulang jam 16.00 sore, kadang bawa bekal dulu,” tuturnya.

Ia menambahkan, peran BPJS sangat penting bagi para pengidap HIV/AIDS, mengingat pengobatan yang bersifat jangka panjang dan membutuhkan biaya besar. 

“Yang belum punya BPJS kita akan usahakan punya BPJS, karena itu kan pengobatan panjang, seumur hidup harus terus berobat. Ya, mahal juga obatnya,” pungkasnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Artikel Terkait
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore