Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Desember 2025, 00.06 WIB

Alasan Polri Kerahkan Anjing Pelacak K9 dalam Operasi Pencarian Korban di Lokasi Terdampak Bencana di Sumut

Proses pencarian korban terdampak bencana di Batang Toru, Sumut, menggunakan anjing pelcakan K9 milik Polri. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Proses pencarian korban terdampak bencana di Batang Toru, Sumut, menggunakan anjing pelcakan K9 milik Polri. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Polri turut mengerahkan Satuan K9 Unit SAR Ditpolsatwa Korps Sabhara Baharkam Polri dalam operasi pencarian korban terdampak bencana di Sumatera Utara (Sumut). Salah satu titik pengerahan anjing pelacak itu berada di bantaran Sungai Desa Huta Raja, Kabupaten Batang Toru. 

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago menjelaskan alasan instansinya mengerahkan unit satwa tersebut. Menurut dia, anjing pelacak dibutuhkan oleh Tim SAR Gabungan untuk mendeteksi lokasi korban terdampak bencana yang sudah tertimbun material longsor maupun banjir bandang. 

Misalnya di bantaran Sungai Desa Huta Raja. Erdi menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan 10 personel serta 4 anjing pelacak K9 dengan spesialisasi cadaver atau pencarian jenazah. Dalam operasi yang dipimpin oleh Kompol Kadarman dan Iptu Erasmus tersebut, 4 anjing pelacak bekerja maksimal.

Erdi menyampaikan bahwa masing-masing anjing pelacak itu bernama Walet, Ari, Rubin, dan Dasa. Seluruh anjing pelacak tersebut difungsikan untuk menelusuri area yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun material dan hanyut terbawa arus sungai.

”Upaya pencarian dilakukan bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri atas personel Polri, warga, dan unsur terkait. Melalui sejumlah penyisiran di titik-titik rawan, K9 berhasil memberikan petunjuk penting,” imbuhnya.

Erdi mengungkapkan, di lokasi itu anjing pelacak berhasil mendeteksi 1 titik yang terindikasi kuat sebagai lokasi keberadaan korban. Setelah dilakukan penggalian oleh warga di sekitar bantaran sungai, ditemukan seorang korban perempuan dalam kondisi meninggal dunia.

”Identitas korban belum dapat dikenali karena kondisi tubuh yang rusak akibat terbawa arus. Proses evakuasi lanjutan dan identifikasi direncanakan dilaksanakan pada hari berikutnya,” imbuhnya.

Atas kerja keras unit satwa tersebut, Polri menyampaikan apresiasi. Sebab, masih banyak korban yang dinyatakan hilang. Sehingga perlu kerja keras untuk menemukan para korban. Karena itu, keberadaan unit satwa dan anjing pelacak dibutuhkan.

”Polri melalui Unit SAR K9 Ditpolsatwa Baharkam terus mengerahkan kemampuan terbaik dalam membantu pencarian korban bencana. Kehadiran K9 sangat membantu menemukan titik-titik penting yang sulit dijangkau secara manual. Kami berkomitmen mendukung penuh seluruh upaya kemanusiaan hingga proses pencarian dinyatakan selesai,” jelasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore