
Petugas Basarnas menurunkan korban sakit yang dievakuasi dari helikopter, di Lanud Sutan Sjahrir Padang, Senin (1/12). (IGGOY EL FITRA/ANTARA FOTO)
JawaPos.com - Bencana hidrometeorologi basah yang menghantam Sumatera Barat (Sumbar), khususnya di Kabupaten Agam sejak 19 November 2025 mengakibatkan dampak yang luar biasa.
Jumlah korban meninggal terus bertambah, juga pengungsi, sementara kerugian infrastruktur mencapai miliaran rupiah.
Di Sumbar, bencana kali ini membuat sejumlah istilah lokal menjadi populer, salah satunya adalah galodo.
Fokus utama penanganan bencana beralih ke pusat-pusat bencana yang luluh lantak diterjang galodo dan longsor. Lantas, apa sebenarnya istilah galodo ini?
Bagi masyarakat Minangkabau, bencana banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba dan membawa material berat seperti lumpur, kayu, dan batu dikenal dengan istilah galodo.
Istilah ini sangat khas digunakan untuk menggambarkan bencana yang kini melanda Agam dan menyebabkan kerusakan masif.
Menurut Kamus Minangkabau-Indonesia terbitan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1985), galodo adalah tanah terban yang berbatu-batu, atau tanah longsor.
Dikutip dari Padang Ekspres (JawaPos Group), pusat-pusat kejadian galodo dan longsor menjadi lokasi dengan korban jiwa terbanyak.
Di Salarehaie Timur, Palembayan, tercatat jumlah korban paling masif. Jorong Subarangaie menjadi titik paling mengkhawatirkan.
Hingga Rabu (3/12) pukul 12.00 WIB, dampak bencana banjir bandang galodo di Agam tercatat sangat memprihatinkan.
- Korban Meninggal: 132 warga
- Warga Hilang: 71 orang
- Warga Mengungsi: Lebih dari 4.000 orang
- Warga Luka-Luka: 23 orang dirawat di RSUD Lubukbasung
Beberapa lokasi yang paling parah terdampak termasuk Toboh (Malalak Timur), Arika (Nagari Dalko, Tanjungraya), dan berbagai titik di Palembayan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
