Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Desember 2025, 17.27 WIB

Fenomena Supermoon Pada Desember 2025 Akan Tampilkan Bulan Lebih Besar dan Lebih Terang

Ilustrasi fenomena supermoon (Freepik) - Image

Ilustrasi fenomena supermoon (Freepik)

JawaPos.com – Supermoon terakhir tahun 2025 akan mencapai puncaknya pada Kamis malam, memberikan kesempatan terakhir bagi masyarakat untuk menyaksikan fenomena langit di tahun ini. 

Dilansir dari laman Mint pada Kamis (4/12), bulan purnama Desember, yang dikenal sebagai Bulan Dingin, akan tampil lebih cerah dan besar dari biasanya.

Peristiwa ini menjadi penutup rangkaian supermoon yang berlangsung berturut-turut selama tiga bulan terakhir.

Nama Bulan Dingin telah lama digunakan sebagai penanda bulan purnama Desember dan merujuk pada turunnya suhu di bulan tersebut. Almanak menyebutnya sebagai salah satu nama tradisional yang mencerminkan kondisi musiman dan budaya.

Penamaan ini menggambarkan keadaan daratan yang mulai membeku sebelum bulan tampak penuh.

Supermoon terjadi ketika bulan mencapai perigee atau titik terdekat dengan Bumi dalam orbitnya. NASA menjelaskan bahwa kondisi ini membuat bulan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa. Fenomena visual tersebut dapat dilihat langsung tanpa peralatan khusus.

Pada jarak terdekatnya dengan Bumi, supermoon dapat terlihat sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan bulan purnama paling redup sepanjang tahun. Biasanya, terdapat tiga hingga empat supermoon yang terjadi dalam satu tahun.

Supermoon Desember kali ini menjadi yang ketiga berturut-turut setelah yang terjadi pada Oktober dan November.

Puncak iluminasi Bulan Dingin diperkirakan berlangsung pada Kamis, 4 Desember, pukul 18.14 waktu Amerika Serikat.

Meskipun bulan dapat disaksikan sepanjang malam, waktu setelah terbitnya bulan memberikan tampilan paling jelas bagi para pengamat. Periode tersebut sering dimanfaatkan untuk melihat ukuran bulan yang tampak lebih besar di horizon.

Kondisi visibilitas supermoon sangat dipengaruhi polusi cahaya, cuaca, dan garis pandang yang terbuka. Teleskop atau teropong dapat membantu menambah detail permukaan bulan, meskipun tidak menjadi keharusan.

Fenomena ini tidak membawa kejadian langit tambahan, tetapi menjadi penutup yang ideal untuk siklus bulan tahun 2025.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore