
Ilustrasi angin puting beliung/pexels
JawaPos.com - Cuaca ekstrem telah meneror wilayah Lampung sejak Selasa (2/12) sore. Puncaknya, hujan deras yang mengguyur tanpa henti pada Rabu (3/12) memicu serangkaian bencana alam yang parah. Sedikitnya enam kabupaten terpukul, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Laporan resmi Pusdalops BPBD Provinsi Lampung mencatat, ratusan rumah warga rusak dan sejumlah akses jalan terputus di Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Selatan, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, dan Lampung Utara. Kerusakan meluas memaksa pihak terkait bergerak cepat melakukan evakuasi.
Dua wilayah yang paling parah dilanda bencana adalah Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat. Banjir besar di Tanggamus melanda tiga desa di Kecamatan Kotaagung pada Rabu (3/12) sore. Melalui akun Instagram resmi @puldasops_Lampung, dilaporkan bahwa curah hujan berintensitas tinggi menyebabkan debit air sungai meluap drastis, diperparah oleh drainase yang tidak mampu menampung aliran air.
Dari insiden ini, dilaporkan bahwa 350 Jiwa terdampak. Tanggul sungai sepanjang 15m jebol di Kelurahan Pasar Madang Desa Kapuran.
Sementara itu, bencana juga terjadi di Pesisir Barat, pada Rabu (3/12). Hujan deras membuat air sungai meluap hingga masuk ke permukiman warga dan menyebabkan tanah longsor yang menutup jalan.
Bencana tersebut menyebabkan 114 rumah warga terdampak, 1 jembatan terputus, 1 bangunan penyimpan alat pertanian areal persawahan terendam ± 6 ha, 2 titik abrasi sungai dan akses lalu lintas hanya menggunakan sebahu jalan di titik longsor Pekon Pemerihan..
Di waktu yang hampir bersamaan, angin kencang juga merusak 30 rumah warga di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Tak luput, Pasar Poncokresno di Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, juga mengalami kerusakan pada Rabu (3/12).
Di Desa Tiyuh Panaragan Jaya tercatat 4 unit rumah rusak ringan dan 26 unit rumah rusak ringan maupun sedang di Tiyuh Panaragan Jaya Utama.
Cuaca ekstrem yang dimulai sejak Selasa juga memicu bencana angin kencang. Di Lampung Selatan, angin puting beliung terjadi pada Selasa (2/12) sore, tepatnya di Kecamatan Candipuro.
Angin yang disertai hujan dan petir ini merusak puluhan atap rumah warga. Akibatnya, 8 unit rumah rusak ringan di Desa Beringin Kencana, 1 unit rumah rusak ringan di Desa Cinta Mulya, 25 unit rumah rusak ringan di Desa Titiwangi.
Situasi di Lampung masih belum sepenuhnya aman. Pada hari ini, Jumat (5/12/2025), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengeluarkan peringatan dini banjir.
BMKG menginformasikan melalui akun @bmkglampung terkait potensi banjir di Kabupaten Lampung Timur.
Hujan dengan intensitas sedang yang terpantau di wilayah Kabupaten Lampung Timur berpotensi meningkatkan debit aliran permukaan dan memperlambat kapasitas drainase, terutama pada kawasan dataran rendah serta permukiman padat penduduk.
Kondisi ini dapat memicu genangan dan meningkatkan risiko banjir lokal apabila hujan terjadi kembali dalam durasi yang cukup lama. Status WASPADA diberlakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan aktivitas masyarakat akibat akumulasi air di sejumlah titik rawan.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan mencakup Taman Nasional Way Kambas, Sukadana, Sekampung, Labuhan Ratu, hingga Marga Sekampung dan sekitarnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
