Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Desember 2025, 04.22 WIB

Banjir Lumpuhkan Aceh, 105 SPPG Bergerak Cepat Jadi Dapur Umum Salurkan 562.676 Porsi Per Hari

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Kelapa Yayasan Nur Cahaya Lestari, Pulau Kelapa, Kabupaten Kepulauan Seribu/(Dery Ridwansyah/Jawapos.com).

JawaPos.com – Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh masih melumpuhkan aktivitas warga dan memutus akses penting. Namun di tengah situasi darurat itu, ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bergerak cepat. 

Kepala Regional SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Aceh, Mustafa Kamal, menyampaikan sebanyak 105 SPPG resmi beralih fungsi menjadi dapur umum untuk membantu ribuan warga yang terdampak. 

Dari total 470 SPPG yang tersebar di seluruh Aceh, melaporkan bahwa sebagian besar fasilitas masih menghadapi kendala operasional. 

Namun 105 unit yang masih dapat bergerak langsung mengalihkan sasaran layanan, yang biasanya untuk siswa sekolah menjadi ke warga terdampak banjir

“Sebanyak 161 SPPG terpaksa masih stop operasional karena berbagai kendala yang kami alami, dan 47 SPPG tidak terdata karena terkendala listrik dan telekomunikasi,” kata Mustafa dalam keterangannya, Minggu (7/12).

Meski banyak yang lumpuh, daya serap bantuan tetap tinggi. Sebanyak 562.676 paket makanan berhasil didistribusikan hanya dalam satu hari, memanfaatkan dapur umum dari 105 SPPG yang masih aktif. 

Ia mengatakan bahwa dua wilayah yang paling terdampak adalah Aceh Tamiang dan Bener Meriah. Di Aceh Tamiang, seluruh 30 SPPG belum dapat didata akibat putusnya listrik dan jaringan telekomunikasi. Sementara di Bener Meriah, 11 SPPG yang ada seluruhnya stop beroperasi. 

Di Aceh Utara, dari 42 SPPG, 32 terpaksa stop operasi, 12 menjadi dapur umum, dan hanya satu berjalan normal. Di Aceh Tengah, kondisi serupa terjadi karena dari 20 SPPG, 12 berhenti, 2 dapur umum, sementara 6 belum terdata. 

Sementara di Aceh Timur, dari 40 SPPG, 19 SPPG berhenti, 11 dapur umum, dan 2 kembali berjalan normal. Wilayah Bireun menjadi salah satu titik dengan jumlah dapur umum terbanyak, yakni 21 SPPG. Dari total 40, ada 17 yang stop operasional dan hanya 2 berjalan normal.

Menurut Mustafa, perubahan fungsi SPPG menjadi dapur umum merupakan langkah paling cepat untuk memastikan warga yang terisolasi tetap mendapat makanan. 

“Untuk hari ini, total jumlah porsi pengalihan yang telah disalurkan sebanyak 562.676 paket makanan,” tutupnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore