Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Desember 2025, 01.05 WIB

Deru Ombak, dan Perjuangan Febrianti Mendistribusikan MBG untuk Para Penerima Manfaat di Pulau Kelapa Dua

Petugas mengecek sajian menu Makan Begizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPom.com) - Image

Petugas mengecek sajian menu Makan Begizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPom.com)

JawaPos.com - Pulau Kelapa, Kabupaten Kepulauan Seribu masih diselimuti gelap ketika suara langkah kaki para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai terdengar di dapur, Kamis (4/12).

Waktu baru menunjukkan pukul 03.00 WIB, namun bagi Febrianti, 25 tahun, inilah awal dari rutinitas yang telah dijalaninya selama hampir tiga bulan terakhir.

“Dari jam 3 subuh. Kalau packing kita datang dari jam 3, tapi kalau mulai packing kita dari jam setengah 5 biasa,” ujarnya kepada Jawapos.com, Kamis (4/12).

Febrianti, yang akrab disapa Anti oleh rekan-rekannya, bukan wajah baru di dunia dapur. Sebelum bergabung sebagai relawan pemenuhan gizi, ia bekerja di sebuah restoran di Jakarta.

Keahliannya menata makanan kini membantu memastikan ribuan paket menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tersaji rapi untuk dikirim ke sekolah-sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di Pulau Kelapa Dua.

Rumahnya berada di Pulau Kelapa Dua, cukup dekat namun tetap mengharuskan dirinya menyeberang laut. Karena tugas yang padat dari Senin hingga Jumat, ia memilih tinggal di dapur SPPG Pulau Kelapa selama hari kerja.

“Kerja di sini mumpung dekat dari rumah. Terus paling kan kalau kerja di sini kayak Senin sampai Jumat di sini, nginepnya di dapur. Kalau Sabtu-Minggu kita balik ke rumah,” ujarnya.

Meski usianya masih muda, Febrianti memikul tanggung jawab besar sebagai seorang single mother dari tiga anak berusia 7 hingga 3 tahun. “Saya kan single mom,” akunya. Ia sudah berpisah dari suami sejak tiga tahun lalu.

Di dapur, Febrianti menjalankan peran ganda: tim packing sekaligus petugas distribusi. Setelah semua paket selesai disusun, ia langsung membawa distribusi ke Pulau Kelapa Dua. “Kalau misalnya tim packing kita cepat, selesai jam 7, jam setengah 8 sudah jalan," jelasnya.

Dalam kesehariannya, Febrianti mengaku belum pernah menemui kendala berarti. Bagi seorang ibu tunggal dengan tiga anak, tekanan hidup tentu tak ringan, namun ia tetap memilih menjalani semuanya dengan tenang.

Saat ditanya apa harapannya terhadap program MBG yang kini menjadi bagian besar dari hidupnya, Ia berharap program ini terus berlanjut. “Semoga makin maju, terus enggak ada komplain-komplainan di luar, terus ya makin berkembang lah," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore