
Ferry Irwandi Laporkan Kondisi Mencekam di Aceh Tamiang: Kelaparan, Kehausan, Tak Ada Listrik dan Air Bersih. (IG Ferry Irwandi)
JawaPos.com - Dalam upaya penanggulangan dan penyelamatan korban dan penyintas bencana di Sumatera seja dua pekan terakhir, masyarakat bahu membahu membantu saudaranya yang menjadi korban. Tidak sedikit masyarakat menggalang donasi membantu para penyintas. Salah satunya yang dilakukan konten kreatof Ferry Irwandi yang menggalang donasi dari masyarakat Indonesia.
Alhasil, pria berdarah Minangkabau itu berhasil mengumpulkan uang Rp 10 miliar dalam waktu singkat. Bahkan donasi itu telah disalurkan di tiga provinsi terdampak bencana, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan itupun disalurkan ke daerah terisolasi yang belum terjamah.
Kiprah dari Ferry Irwandi ini membuat Anggota Komisi I DPR Endipat Wijaya jadi terusik. Anggota Fraksi Partai Gerindra itu mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) lebih aktif menginformasikan kinerja pemerintah dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Dia heran bantuan dari masyarakat Indonesia senilai Rp 10 miliar gaungnya lebih terdengar ketimbang kinerja pemerintah. Menurut dia, minimnya informasi membuat upaya pemerintah dalam penyaluran bantuan yang nilainya mencapai triliunan rupiah tidak terlihat oleh publik.
Karena itu, dalam rapat kerja bersama Kementerian Komdigi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12), dia meminta Komdigi dapat meningkatkan strategi komunikasi publik agar kerja pemerintah tidak tersisih oleh kampanye donasi yang dikelola pihak luar.
"Ke depan Kementerian Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional dan membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi, sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini, paling-paling di Aceh, di Sumatra, dan lain-lain itu," kata Endipat
Endipat juga menyoroti figur tertentu yang hanya muncul sesekali di lokasi bencana, tetapi seolah-olah menjadi pihak paling aktif. "Ada orang yang cuma datang sekali, tapi seolah-olah paling bekerja di Aceh," sindirnya.
Dia mengklaim pemerintah merupakan pihak pertama yang hadir dan bekerja sejak awal bencana terjadi. "Padahal negara sudah hadir dari awal. Ada orang baru datang, baru bikin satu posko, ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah sudah bikin ratusan posko di sana," tuturnya.
Legislator Fraksi Gerindra itu menekankan bahwa publik perlu mengetahui secara jelas besarnya intervensi pemerintah. "Yang sehingga publik tahu kinerja pemerintah itu sudah ada, dan memang sudah hebat," ujarnya.
Endipat lantas menyinggung aksi penggalangan dana yang viral dan berhasil menghimpun sekitar Rp 10 miliar. Meski tak menyebut nama, publik meyakini sindiran tertuju pada konten kreator Ferry Irwandi yang berhasil menghimpun dana publik senilai Rp 10 miliar dalam waktu 24 jam.
Menurut Endipat, angka donasi tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran negara yang telah digelontorkan. "Orang-orang cuma nyumbang Rp 10 miliar. Negara sudah triliun-triliunan ke Aceh itu, Bu. Jadi yang kayak gitu-gitu, mohon dijadikan perhatian," urainya.
Dia mencontohkan kehadiran cepat negara, seperti TNI AU yang langsung mengerahkan pesawat ke wilayah bencana sejak hari pertama.
"Angkatan Udara hari pertama langsung ada, 4-5 pesawat datang ke sana, tapi dibilang enggak pernah hadir. Mungkin itu karena kita kalah dalam menginformasikan," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, aksi kreator konten Ferry Irwandi bersama tim NGO dan para relawan menjadi pembicaraan hangat di media sosial setelah berhasil menggalang donasi sebesar Rp 10,3 miliar hanya dalam 24 jam.
Kehadiran mereka di lokasi terdampak bencana turut menyita perhatian publik, seiring banyaknya unggahan aktivitas di berbagai platform digital.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
