Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Desember 2025, 04.05 WIB

Purbaya Tegas Larang Pengiriman Baju Ilegal untuk Korban Bencana

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan larangan pengiriman baju ilegal untuk bantuan bencana, lebih utamakan produk dalam negeri. (Nurul/JawaPos) - Image

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan larangan pengiriman baju ilegal untuk bantuan bencana, lebih utamakan produk dalam negeri. (Nurul/JawaPos)

JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak bingung ketika ditanya perihal izin terkait dengan pengiriman baju ilegal untuk masyarakat terdampak di lokasi bencana Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. 

Purbaya lantas balik tanya ke awak media terkait sosok anak buah yang pernah melontarkan wacana tersebut. Lantas, ia menegaskan bahwa segala keputusan ada didirinya. 

“Siapa yang bilang? Menterinya gua, dia bukan menteri,” tegas Purbaya saat ditemui usai Peresmian Alat Pemindai Peti Kemas dan Peluncuran Aplikasi Kepabeanan bernama Trade AI di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12). 

Kemudian, saat ia bertemu mata dengan anak buahnya, secara tegas ia mewanti-wanti agar tidak memberi pernyataan yang aneh-aneh ke awak media. 

“Lo jangan kasih pernyataan aneh-aneh, lo (ke awak media),” kata Purbaya dengan nada sedikit tinggi. 

“Siap pak,” tutur anak buahnya singkat. 

Purbaya kemudian menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah melegalkan distribusi pakaian ilegal, termasuk bal pres, untuk alasan apa pun.  

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa baju balpres meskipun dalam kondisi baru tetap merupakan barang ilegal. Terlebih secara aturan memang tidak pernah ada izin untuk bisa mengirim baju ilegal ke lokasi bencana. 

 “Itu kan illegal. Paling nggak, secara formal nggak ada kebijakan ke arah sana, even dari presiden pun saya pernah diskusi. Dia bilang jangan dulu. Sampai sekarang sih belum ada,” tegasnya. 

Ia memastikan tak ingin membuka celah praktik pengiriman ilegal untuk alasan kemanusiaan. Pasalnya, jika itu dilakukan justru berbahaya karena dapat memicu lebih banyak balpres ilegal masuk ke Indonesia dengan dalih bantuan bencana. 

“Jangan sampai nanti gara-gara itu, banyak lagi balpres masuk dengan alasan ‘kan bagus buat itu bencana’,” ujarnya. 

Ia menekankan bahwa pemerintah lebih memilih mengutamakan produk dalam negeri untuk bantuan fisik ke lokasi terdampak bencana. Bahkan, Purbaya mengaku siap jika Pemerintah harus merogoh kantong demi mengirimkan pakaian-pakaian baru ke kawasan bencana. 

“Lebih baik kita beli barang-barang dalam negeri, produk UMKM, dikirim ke bencana yang baru. Saya lebih baik ngeluarin uang ke situ, kalau terpaksa. Dibanding pakai barang-barang balpres itu,” tukas Purbaya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore