Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Desember 2025, 05.33 WIB

Dealer Denza Dibuka di Surabaya, Bidik Konsumen Jawa Timur

Dealer Denza resmi dibuka di Mall Ciputra World Surabaya pada Sabtu (13/12). (Juliana Christy/JawaPos.com)

JawaPos.com-Haka Auto meresmikan Denza Haka Ciputra World Surabaya pada Sabtu (13/12), menandai kehadiran resmi merek mobil listrik premium Denza di Jawa Timur. Showroom yang berlokasi di Mall Ciputra World Surabaya itu menjadi titik penting ekspansi Denza setelah sebelumnya hadir di Jakarta dan Bali.

CEO Haka Auto Hariyadi Kaimuddin menilai, pembukaan showroom ini bukan sekadar penambahan jaringan, melainkan respons terhadap perubahan perilaku konsumen kendaraan listrik (EV) yang mulai melihat mobil listrik sebagai solusi mobilitas utama, bukan lagi sekadar kendaraan kota.

Menurut Hariyadi, Denza hadir sebagai merek luxury dari BYD yang menyasar konsumen kelas atas, namun dengan pendekatan harga yang lebih rasional dibanding mobil premium konvensional. “Selama ini mobil luxury identik dengan harga yang sangat mahal. Denza mencoba mendefinisikan ulang bahwa mobil canggih dan mewah itu tidak harus unreachable,” ujarnya.

Denza saat ini mengandalkan MPV listrik premium sebagai model utama, dengan rencana menghadirkan beberapa model lain ke depan untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang beragam, mulai dari sedan hingga SUV.

Hariyadi menyebut, keraguan soal mobil listrik untuk perjalanan jauh perlahan berkurang. Di Indonesia, penetrasi EV memang masih sekitar 12 persen dari total penjualan mobil baru, namun trennya terus meningkat. “Tahun depan diprediksi bisa tembus 20 persen. Ini bukan tren sesaat, tapi pergeseran yang akan terus naik,” katanya.

Ia mencontohkan negara-negara dengan adopsi EV tinggi seperti China dan Norwegia, di mana penggunaan mobil listrik berdampak langsung pada kualitas udara dan kenyamanan lingkungan. “Kalau EV sudah dominan, udara lebih bersih, jalan tidak berisik. Itu benefit nyata yang sering tidak dihitung,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran soal jarak tempuh dan pengisian daya, Hariyadi menyebut pembangunan infrastruktur SPKLU kini mulai mengejar pertumbuhan populasi kendaraan listrik, khususnya di Pulau Jawa. “Ini memang fase telur dan ayam. Populasi naik, infrastruktur ikut tumbuh. Sekarang di rest area Jawa sudah banyak fast charging dan akan terus bertambah,” katanya. Ia menambahkan, dorongan pemerintah terhadap EV tidak lepas dari upaya mengurangi ketergantungan impor BBM dan beban subsidi energi, sekaligus mendukung kemandirian energi nasional.

Secara pasar, Jawa Timur dinilai sebagai wilayah terbesar kedua setelah Jabodetabek. Karena itu, Haka Auto menargetkan ekspansi agresif dengan membuka 13 hingga 15 cabang di Jawa Timur dalam beberapa tahun ke depan. “Kami tidak berpikir jangka pendek. Kalau kami tidak hadir dulu, masyarakat tidak akan berani mencoba. EV itu begitu dipakai, biasanya tidak mau kembali ke mobil konvensional,” ujar Hariyadi. Setiap cabang, lanjutnya, akan dilengkapi layanan purnajual dan fasilitas pengisian daya untuk membangun kepercayaan konsumen.

Meski segmennya tidak sebesar kendaraan mass market, Hariyadi menilai pasar MPV listrik premium sudah terbentuk dan relatif stabil. “Secara nasional mungkin sekitar 600 unit per bulan. Saat ini Denza sudah menjadi mayoritas di segmen tersebut,” katanya.

Menurutnya, keunggulan Denza terletak pada kombinasi kenyamanan, fitur, dan harga yang lebih kompetitif dibanding merek premium Eropa. “Keyword-nya itu affordability luxury. Fitur lebih banyak, tapi harganya lebih masuk akal,” ujarnya.

Menjelang 2026, sejumlah insentif kendaraan listrik dipastikan berakhir. Hariyadi mengakui masih menunggu kepastian regulasi, terutama terkait PPN dan kebijakan produksi lokal. “Yang jelas, arah kebijakan pemerintah mendorong produksi di dalam negeri dengan TKDN minimal 40 persen,” katanya. Ia menilai harga EV ke depan akan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kebijakan pajak hingga kesiapan produksi lokal.

Selain Surabaya, Denza juga menyiapkan ekspansi ke Makassar, Bandung, dan Medan untuk memperluas jangkauan pasar nasional. “Kami tidak menunggu semuanya sempurna. Kalau menunggu, masyarakat keburu tertinggal,” kata Hariyadi. Ia optimistis, seiring pertumbuhan infrastruktur dan populasi EV, mobil listrik—termasuk di segmen premium—akan semakin relevan di Indonesia.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore