Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Desember 2025, 21.53 WIB

Para Ibu Peraih Emas SEA Games 2025: Kehamilan Tak Jadi Halangan Diananda Choirunisa, Medina Warda Aulia, dan Dewi Laila Mubarokah

Atlet panahan peraih medali emas SEA Games 2025 Diananda Choirunisa berfoto bersama putri pertamanya usai bertanding di lapangan sepakbola SAT Bangkok, Rabu (17/12/2025). (ANTARA/Aditya Ramadhan) - Image

Atlet panahan peraih medali emas SEA Games 2025 Diananda Choirunisa berfoto bersama putri pertamanya usai bertanding di lapangan sepakbola SAT Bangkok, Rabu (17/12/2025). (ANTARA/Aditya Ramadhan)

JawaPos.com -  Kalau pemanah Diananda Choirunisa dan petembak Dewi Laila Mubarokah masih hamil muda saat merebut emas di SEA Games 2025, usia kandungan pecatur Medina Warda Aulia sudah 36 minggu. Menurut peraih perak panahan di Olimpiade 1988 Lilies Handayani, bertanding dalam kondisi berbadan dua bergantung kepada kesiapan sang atlet.

Diananda Choirunisa berdiri di garis tembak panahan SEA Games 2025 dengan satu kesadaran baru. Pagi itu, Rabu (17/12) pekan lalu, beberapa jam sebelum bertanding, pemanah andalan Indonesia tersebut mengetahui dia tengah mengandung anak kedua.

Tanpa rencana, tanpa persiapan mental khusus, dia tetap turun ke arena dan menuntaskan hari dengan dua medali emas. “Sebenarnya baru tahu pagi itu. Karena memang sudah telat sekitar tiga minggu,” kata Diananda, seperti dikutip dari Antara.

“Tapi sama sekali nggak ganggu konsentrasi,” lanjut sosok yang bertanding ditemani anak pertamanya, Daisha Arraya Almahyra, itu.

Tepat di Hari Ibu hari ini, Anis, sapaan akrabnya, menjadi pengingat ketangguhan para bunda. Ada dua ibu lainnya yang, seperti Anis, sukses meraup emas SEA Games 2025 dalam kondisi berbadan dua.

Di tengah angin kencang yang berubah-ubah di lapangan sepak bola Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok, Rabu (17/12) pekan lalu, akurasi tembakan Anis memang menurun. Namun, dia tetap mampu menjaga fokus.

Gejala kehamilan tak lagi dirasakan. “Bangun tidur mual, mau tidur juga mual. Tapi, pas di lapangan kuat. Jadi ya alhamdulillah,” ujar istri pesepak bola Dani Pratama tersebut.

Anis merebut emas nomor recurve perseorangan putri dan beregu putri. Sebuah prestasi atau kemenangan yang diraih bukan hanya karena teknik atau fisik, tetapi juga mental. “Ada yang mengibaratkan Diananda seperti mesin tembak, anak panah meluncur saja tanpa mikir macam-macam,” kata salah satu legenda panahan Indonesia Lilies Handayani kepada Jawa Pos.

aption 1. Atlet menembak Dewi Laila Mubarokah yang mempersembahkan emas untuk Indonesia dari nomor 10 m air rifle putri. (NOC Indonesia/MP Media/ Argo Pambudi)

Vitamin Kehamilan

Dari cabang menembak, Dewi Laila Mubarokah juga tampil luar biasa. Dia menyumbang dua emas dari nomor 10 meter air rifle putri, baik beregu maupun perseorangan. Prestasi itu dia raih saat hamil empat bulan.

Mulanya, kehamilan itu dia simpan rapat-rapat. Hanya pelatih, pengurus, dan satu rekan yang mengetahuinya. Bahkan Dominique Rachmawati Karini, teman sekamar sekaligus rival di final, baru mengetahui setelah semuanya selesai. “Saya tahan sendiri, cuma cerita ke suami,” ujar istri petembak Fathur Gustafian itu, juga dikutip dari Antara.

Saat masa kehamilan, Dewi sempat waswas jika vitamin kehamilan yang dia konsumsi disalahartikan sebagai doping. Namun, setelah berkonsultasi dengan Indonesia Anti-Doping Organization (IADO), dia mendapat arahan untuk menggunakan mekanisme Therapeutic Use Exemption. Tujuannya agar tetap aman secara medis dan regulasi.

Jadi Tumpuan

Berbeda dengan Diananda dan Dewi yang masih hamil muda, Medina Warda Aulia tampil di catur cepat saat usia kandungannya memasuki trimester ketiga, atau tepatnya sekitar 36 minggu.
Namun, Medina justru menjadi tumpuan tim putri dalam partai final.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore