Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Desember 2025, 14.00 WIB

Kaleidoskop 2025: MBG Diklaim Sembuhkan Warga dari Judol hingga Ribuan Anak-anak Keracunan

Siswa MAN Sidoarjo antusias menyambut ompreng MBG. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com) - Image

Siswa MAN Sidoarjo antusias menyambut ompreng MBG. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com - Tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diwarnai dengan pelaksanaan berbagai program kerakyatan berskala nasional. Salah satu program unggulan yang terus diintensifkan realisasinya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG resmi dimulai pada 6 Januari 2025. Program prioritas Presiden Prabowo itu telah menjangkau sekitar 44 juta penerima manfaat di berbagai daerah hingga November 2025.

Pemerintah mencatat, jumlah makanan yang telah dibagikan sejak awal pelaksanaan program mencapai sekitar 2 miliar porsi.

Seluruh makanan tersebut diproduksi dan didistribusikan melalui lebih dari 14.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Keberadaan SPPG menjadi tulang punggung distribusi sekaligus pengawasan kualitas gizi dalam pelaksanaan program MBG.

Pemerintah menargetkan cakupan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis akan terus diperluas hingga mencapai 82,9 juta orang pada Desember 2025. Target ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini serta memperkuat ketahanan gizi nasional.

Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program MBG belum dapat menjangkau seluruh rakyat Indonesia dalam waktu singkat. Menurutnya, secara fisik dan logistik, distribusi program tersebut memang menghadapi tantangan besar.

“Makan bergizi ini secara fisik tidak mudah untuk segera ke seluruh rakyat,” kata Presiden Prabowo usai meresmikan proyek ketenagalistrikan di 18 provinsi di Kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Senin (20/12).

Meski demikian, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas jangkauan program tersebut. Ia bahkan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang hingga kini belum merasakan manfaat program MBG.

“Untuk itu, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, saya minta maaf kepada semua orang tua, kepada semua anak-anak yang belum menerima. Tapi saya yakini bahwa tahun 2025, akhir 2025 semua anak Indonesia akan dapat makan bergizi,” ucap Prabowo.

Peristiwa keracunan MBG capai 6.517 orang

Meski menjadi salah satu program unggulan pemerintah, pelaksanaan program MBG tidak sepenuhnya berjalan mulus. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, sejak program tersebut diluncurkan pada Januari 2025, tercatat sebanyak 6.517 orang mengalami gangguan kesehatan berupa keracunan makanan.

Kasus keracunan paling banyak terjadi di Pulau Jawa. Dari total laporan yang masuk, Pulau Jawa mencatat jumlah kasus tertinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dadan saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10). Dalam kesempatan itu, ia memaparkan hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan MBG di berbagai daerah.

Dadan menjelaskan bahwa BGN membagi wilayah pemantauan MBG ke dalam tiga zona, yakni Wilayah I meliputi Pulau Sumatera, Wilayah II Pulau Jawa, dan Wilayah III mencakup Indonesia bagian timur.

“Sebaran kasus terjadinya gangguan pencernaan atau kasus di SPPG terlihat dari 6 Januari sampai 31 Juli itu tercatat ada kurang lebih 24 kasus kejadian. Sementara dari 1 Agustus sampai malam tadi itu ada 51 kasus kejadian,” ucap Dadan.

Ia merinci, berdasarkan sebaran wilayah, jumlah penerima MBG yang mengalami gangguan pencernaan di Wilayah I mencapai 1.307 orang. Sementara di Wilayah II jumlahnya mencapai 4.147 orang dan bertambah sekitar 60 orang dari kejadian di Garut. Adapun di Wilayah III tercatat sebanyak 1.003 orang.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore