
MASIH TRAUMA: Yuni Efnita(kanan) bersama anak-anaknya tinggal di ruang kelas SDN 05 Kayupasak, Agam, Sumatera Barat, yang menjadi tempat pengungsian (3/12). (PUTRA SUSANTO/PADANG EKSPRES)
JawaPos.com - Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, memberikan perhatian serius terhadap bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejak akhir 2025 hingga awal Januari 2026.
Ketut menekankan, dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga menyisakan persoalan psikologis yang mendalam, terutama bagi anak-anak dan pelajar di daerah terdampak. Karena itu, ia mendorong adanya pendampingan psikososial yang berkelanjutan.
“Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga dampak psikologis, khususnya bagi anak-anak,” kata Ketut Kariyasa Adnyana kepada wartawan, Minggu (4/1).
Menurutnya, pemulihan mental anak harus menjadi perhatian utama pemerintah, seiring dengan upaya rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan yang rusak akibat bencana.
“Pemulihan mental anak sama pentingnya dengan rehabilitasi sarana pendidikan, karena rasa aman dan ketenangan batin menjadi fondasi utama bagi proses belajar,” ujarnya.
Legislator Fraksi PDIP ini juga mengungkapkan temuan di lapangan, khususnya di wilayah Aceh, yang menurutnya masih menunjukkan berbagai persoalan mendasar dalam penanganan bencana. Ia menilai respons awal belum berjalan optimal.
“Kondisi justru menunjukkan keterlambatan respons, minimnya kesiapan, hingga kondisi dasar seperti listrik dan jaringan komunikasi yang lumpuh bahkan di ibu kota daerah terdampak,” ungkapnya.
Setelah meninjau langsung lokasi banjir bandang di Sumatera, terutama di Aceh, Ketut menegaskan perlunya percepatan pemulihan yang disertai keterbukaan informasi dari pemerintah mengenai kondisi riil di lapangan.
“Mengingat ini juga untuk kepentingan rakyat yang menjadi korban, dan kepentingan pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya dengan baik,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya transparansi dalam seluruh proses penanganan bencana, mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan.
“Pemerintah harus lebih transparan dalam proses penanganan bencana ini, mengingat besarnya dampak kerusakan infrastruktur dan banyaknya korban jiwa yang timbul,” pungkasnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
