
ILUSTRASI: Pesawat jenis Airbus A320 milik Citilink terparkir di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (02/12/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Senin pagi (12/1) berdampak serius pada operasional penerbangan. Akibat cuaca ekstrem ini, AirNav Indonesia terpaksa melakukan pengalihan hingga pembatalan pendaratan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta demi menjaga keselamatan penumpang.
Langkah tegas ini diambil karena jarak pandang yang terbatas dan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk pendaratan normal.
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menuturkan, prosedur darurat ini dilakukan oleh petugas Air Traffic Controller (ATC) sesuai standar navigasi internasional. Gangguan pendaratan ini terjadi cukup signifikan pada pagi hari.
"Langkah ini adalah bagian dari layanan navigasi yang harus kami lakukan, mengacu pada kondisi cuaca buruk yang berisiko terhadap keselamatan penerbangan. Semua dilakukan berdasarkan aturan dan ketentuan, serta dengan satu alasan, yaitu utuk keselamatan penerbangan," jelas Hermana, Senin (12/1).
Menurut Hermana, puncak gangguan terjadi pada pukul 05.00 hingga 10.00 WIB. Hujan lebat membuat jarak pandang (visibility) merosot tajam di bawah 1.000 meter.
"Pada periode tersebut, jarak pandang (visibility) di semua landasan pacu yang ada di SoekarnoHatta, tercatat berada di bawah 1000 meter, yang merupakan batas minimum prosedur pendaratan bagi pesawat. Kalau dipaksakan untuk terus mendarat, itu sangat membahayakan. Karena itu, kondisi ini mengakibatkan terjadinya penumpukan lalu lintas kedatangan (arrival traffic) di wilayah udara Jakarta," ungkapnya.
16 Pesawat Dialihkan ke Bandara Lain
Akibat penumpukan jadwal, sekitar 15 pesawat terpaksa melakukan holding atau berputar-putar di udara selama 40 menit hingga satu jam. Tak hanya itu, tercatat 16 pesawat harus dialihkan (divert) ke bandara alternatif di luar Jakarta.
"Tujuan divert antara lain ke Palembang sebanyak dua pesawat, kemudian ke Semarang sebanyak tiga pesawat, Halim Perdanakusuma (3 pesawat), Tanjung Pandan (1 pesawat), Pangkalpinang (1 pesawat), Solo (2 pesawat), Yogyakarta International Airport/YIA (4 pesawat), dan Jambi (1 pesawat)," rinci Hermana.
Meskipun ATC memberikan rekomendasi, Hermana menegaskan bahwa keputusan akhir untuk melakukan go-around, holding, atau divert tetap berada di tangan pilot.
"Sementara petugas ATC memberikan informasi cuaca, kondisi lalu lintas, serta clearance sebagai rekomendasi guna memastikan separasi pesawat tetap aman," tegasnya.
Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas Utama
Seluruh prosedur yang dijalankan telah sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan serta regulasi internasional dari ICAO. AirNav juga telah menerapkan strategi ground delay di bandara asal untuk mencegah kepadatan ruang udara Jakarta semakin parah.
Pihak AirNav terus berkoordinasi dengan BMKG dan pengelola bandara tujuan divert untuk memastikan kapasitas apron tetap memadai.
"Sepanjang waktu, AirNav Indonesia terus memantau perkembangan cuaca dan lalu lintas penerbangan secara real-time. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan pelayanan navigasi penerbangan yang diberikan dapat optimal, selamat, aman, dan andal, sekaligus meminimalisasi dampak operasional bagi maskapai dan pengguna jasa," imbuh Hermana.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
