Bangda Award. (Ilham Wancoko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Restuardy Daud mengajak seluruh jajarannya meningkatkan motivasi kerja guna mendukung cita-cita Presiden Prabowo Subianto mewujudkan konsep Welfare State atau negara sejahtera.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bangda Award 2025 di Gedung Serbaguna Ditjen Bangda Kemendagri, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah pihak. Selain itu dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kinerja Ditjen Bangda Tahun 2025 oleh Dirjen, Sekretaris, serta para direktur di lingkungan Ditjen Bangda Kemendagri.
Dalam sambutannya, Restuardy menekankan pentingnya perjanjian kinerja tidak berhenti pada seremoni semata. Ia berharap komitmen tersebut menjadi pemicu peningkatan kinerja seluruh pegawai.
Dirinya menyoroti fenomena pegawai yang tampak patuh secara formal, tetapi tidak menjalankan tugas secara maksimal. Sikap tersebut menurutnya perlu diperbaiki demi mendukung kinerja institusi.
“Seharusnya kita semua komitmen terhadap semua tugas yang diberikan kepada kita. Ini saya ingatkan kepada kita semua,” kata Restuardy dengan nada tegas.
Restuardy menjelaskan bahwa dalam manajemen sumber daya manusia terdapat dua karakter utama pegawai, yakni kompeten dan loyal. Kompeten berarti mampu menjalankan tugas, sementara loyal berarti patuh dan konsisten menjalankan tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa kompetensi dapat dibangun melalui pelatihan dan pendidikan. Namun loyalitas membutuhkan pendekatan berbeda melalui motivasi dan pembinaan yang berkelanjutan.
“Kompetensi bisa dibangun. Caranya antara lain dengan pelatihan, seminar dan semacamnya. Tapi kalau loyalitas ini benar benar harus diperhatikan, bisa dilakukan dengan cara memotivasi. Pendekatan semacam ini sering dilakukan Bapak Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian),” kata Restuardy.
Menurutnya, pegawai ideal adalah yang memiliki kompetensi sekaligus loyalitas tinggi. Namun terdapat pula pegawai yang kompeten tetapi tidak loyal, sehingga enggan menjalankan tugas dengan baik.
Sebaliknya, ada pula pegawai dengan kemampuan biasa namun memiliki loyalitas tinggi. Dalam kondisi ini, kompetensi masih bisa ditingkatkan melalui pembinaan berkelanjutan.
Restuardy menilai pembangunan kompetensi memang membutuhkan waktu dan proses. Tidak ada hasil instan tanpa pembelajaran serta pengalaman kerja yang berkelanjutan.
“Inilah PR (pekerjaan rumah) masing-masing atasan untuk membangun loyalitas. Kalau soal kompetensi bisa dibangun dengan memberikan pelatihan. Tapi khusus loyalitas hanya bisa dilakukan dengan cara memotivasinya,” kata Dirjen Bangda.
Ia kemudian menjelaskan pentingnya motivasi kerja berdasarkan teori kebutuhan manusia yang dikemukakan Abraham Maslow. Dalam tahap awal, motivasi pegawai biasanya didorong kebutuhan dasar seperti gaji dan fasilitas kerja.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
