Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Februari 2026, 04.43 WIB

Cita-cita Mulia NS Bocah Sukabumi Terkubur: Ingin jadi Kiai sebelum Meninggal Tragis Diduga di Tangan Ibu Tiri

Ilustrasi anak balita yang menjadi korban kekerasan atau penganiayaan. (Dokumentasi Jawa Pos)

JawaPos.com - Duka mendalam menyelimuti Anwar, ayah dari NS, 12, bocah asal Desa Bojongsari, Kabupaten Sukabumi yang meninggal dunia secara tragis. Di tengah proses hukum dan autopsi yang sedang berjalan, Anwar tak kuasa menahan tangis saat mengungkap impian mulia sang anak yang kini terkubur selamanya.

Bukan ingin menjadi dokter atau polisi, NS ternyata memiliki cita-cita yang sangat religius. Ia ingin mendedikasikan hidupnya di jalan agama.

Impian Menjadi Kyai yang Terputus

Menurut Anwar, keinginan putranya untuk menjadi pemuka agama sudah terlihat sejak dini. Untuk mengejar mimpinya tersebut, NS bahkan sudah mulai menimba ilmu di pesantren sejak setahun terakhir.

"Beda dengan orang lain, dia ingin jadi kiai," ujar Anwar sambil menahan rasa haru.

Kesungguhan NS terlihat dari kegigihannya menjalani kehidupan di pondok. "Sudah 1 tahun (mondok) sejak dia masuk SMP," katanya.

Anwar pun mengenang momen terakhir yang terus membekas di ingatannya. Saat itu, ia memberikan uang saku seadanya yang disambut dengan rasa syukur luar biasa oleh sang anak.

"Itu yang membuat saya sakit, sampai kemarin saya pulang di Sukabumi saya kasih uang 50 ribu rupiah, alhamdulillah terus sama dia di kesiniin (jidat) Alhamdulillah katanya buat nanti bekal di pesantren. Yang membuat saya sakit cita cita dia menjadi kiyai," tuturnya.

Anwar sendiri telah melaporkan kejadian ini dan berharap keadilan ditegakkan seadil-adilnya jika memang terbukti ada unsur pidana. "Sudah (bikin laporan) cuma di Polsek Jampangkulon, laporan sementara," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa siapa pun yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. "Harapan saya kalau memang ini terbukti biar jadi efek jera untuk seluruh umat, kita harus ingat negara kita ini negara hukum, apa pun perlakuan manusia di muka bumi ini tentunya itu harus bisa dipertanggungjawabkan, jadi jangan semena mena," imbuhnya.

Hasil Autopsi: Luka Bakar dan Misteri Organ Dalam

Kasus kematian NS menjadi sorotan setelah muncul dugaan penganiayaan oleh ibu tirinya. Guna mengungkap penyebab pasti kematian yang dinilai tidak wajar, pihak kepolisian melakukan autopsi di RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri.

Kepala RS Bhayangkara, Kombes Pol dr. Carles Siagian, mengungkapkan adanya sejumlah temuan luka fisik pada tubuh bocah malang tersebut. "Kami menemukan luka bakar di anggota gerak, mulai dari lengan, kaki kanan, hingga kaki kiri. Selain itu, ada luka di punggung serta area sensitif seperti bibir dan hidung," jelasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore