Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Februari 2026, 02.36 WIB

Dinamika dan Capaian 1 Tahun Kinerja Ahmad Luthfi-Taj Yasin Memimpin Jawa Tengah

"NGOPENI-NGLAKONI: Satu tahun kinerja Ahmad Luthfi-Taj Yasin memimpin Provinsi Jawa Tengah aktif melakukan terobosan demi kemajuan warga."

JawaPos.com - Pada 20 Februari 2026, tepat satu tahun pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maemoen memimpin Jawa Tengah sebagai gubernur dan wakil gubernur periode 2025-2030. Selama setahun kinerjanya, banyak dinamika yang terjadi maupun torehan prestasi yang diraihnya.

Dinamika yang cukup menyita perhatian adalah senarai bencana hidrometeorologi yang melanda banyak daerah di Jawa Tengah. Mulai dari longsor, tanah gerak, rob, hingga banjir. Beberapa bencana hidrometeorologi skala besar di antaranya banjir bandang dan tanggul jebol di Demak, rob di Sayung Demak, ⁠longsor di Lereng Gunung Slamet (Banjarnegara dan Cilacap), tanah gerak di Kabupaten Tegal, dan lainnya.

Walakin, dengan segala upaya dan kesigapannya, Pemprov Jateng melakukan langkah-langkah kompehensif menangani beragam bencana tersebut, baik ⁠penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana dipastikan berjalan simultan.

Terlepas adanya bencana alam sana-sini, program yang digulirkan oleh kepemimpinan Ahmad-Luthfi- Taj Yasin tetap terlaksana dengan baik. Tak ayal, program-program itu berdampak prestasi dan kemajuan di wilayahnya. Mulai dari pembangunan infrastruktur, investasi, pendidikan, kesehatan, dan hingga menekan angka kemiskinan.

Tidak hanya itu, Luthfi juga melakukan terobosan dengan program yang berpihak kepada rakyat, seperti pemeriksaan kesehatan gratis melalui program dokter spesialis keliling (Speling), pendidikan gratis melalui sekolah kemitraan, beasiswa santri, perbaikan RumahTidak Layak Huni (RTLH) rumah rakyat, dan lainnya.

Upaya-upaya yang dilakukan Luthfi-Yasin itu tak lain dan tak bukan demi pembangunan dan kesejahteraan warga Jawa Tengah. Ia paham betul mengenai persoalan yang ada wilayahnya. Untuk memahami apa yang terjadi di darah, ia bersedia menerima masukan dari berbagai elemen melalui berbagai kanal yang disediakan. Bahkan, ia tak ragu menyambangi warganya untuk berdialog supaya mendapatkan masukan dan solusi dari setiap persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

"NGOPENI-NGLAKONI: Satu tahun kinerja Ahmad Luthfi-Taj Yasin memimpin Provinsi Jawa Tengah aktif melakukan terobosan demi kemajuan warga."

Kepemimpinan Luthfi-Yasin selama setahun ini juga getol menggendeng berbagai stake holder: mulai dari bupati/walikota, puluhan perguruan tinggi, pengusaha, investor, provinsi tetengga, negeri-negara sahabat, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, dan lainnya. Langkah ini disebut Luthfi sebagai collaborative government (pemerintahan kolaboratif).

"Kita gandeng beberapa kampus dan seluruh potensi masyarakat. Collaborative government ini cara bersama-sama untuk membangun Jawa Tengah," ucap Luthfi beberapa waktu lalu.

Menurut dia, prinsip pemerintahan kolaboratif memang perlu dijalankan. Sebab, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tentunya butuh keterlibatan aktif dari semua elemen dalam memajukan dan mengembangkan wilayah. Nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, kolaborasi, dan kerja sama tim menjadi nafas yang dimiliki oleh Jawa Tengah. Hal itu diimplementasikan dalam setiap sektor.

Tak ayal, ikhtiyar-ikhtiyar itu telah membuahkan hasil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan IV tahun 2025 mencapai 5,37% (y-on-y). Capaian itu memosisikan provinsi ini di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11%. Capaian ini menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa.

Bukan hanya itu, nilai realisasi investasi Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai Rp88,50 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun. Diketahui, angka ini menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Dari nilai investasi itu, Terdapat sebanyak 105.078 proyek yang terealisasi, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.

Tidak hanya sekadar angka makro, pertumbuhan ini terbukti berimplikasi positif terhadap kesejahteraan masyarakat dengan turunnya angka kemiskinan secara signifikan. Masih berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Jawa Tengah berhasil ditekan dari 9,48% pada Maret 2025 menjadi 9,39% pada September 2025.

"NGOPENI-NGLAKONI: Satu tahun kinerja Ahmad Luthfi-Taj Yasin memimpin Provinsi Jawa Tengah aktif melakukan terobosan demi kemajuan warga."

Jumlah penduduk miskin Jawa Tengah pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang, turun 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025, dan turun 51,52 ribu orang dibanding September 2024 yang sebanyak 3,40 juta orang.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore