Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Maret 2026, 00.24 WIB

MBG Masuk Catatan Fitch, Menko Airlangga: Itu Investasi USD 1 Bisa Jadi USD 7

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Nurul F/JawaPos.com)

JawaPos.com – Program makan bergizi gratis (MBG) menjadi salah satu sorotan dalam laporan terbaru lembaga pemeringkat internasional. Dalam hal ini, Fitch Ratings merevisi outlook atau prospek peringkat utang Indonesia dari sebelumnya stabil menjadi negatif.

 
Dalam laporan tersebut, peningkatan belanja sosial pemerintah, termasuk program MBG, dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap ruang fiskal negara.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa program makan bergizi gratis merupakan investasi jangka panjang yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi Indonesia.

Menurut Airlangga, berbagai studi internasional menunjukkan bahwa program pemenuhan gizi masyarakat mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar di masa depan.

MBG itu, kalau beberapa studi dari World Bank maupun Rockefeller Foundation, kalau pelaksanaan MBG yang baik dan masif itu investasi satu dolar bisa menghasilkan tujuh dolar. Jadi itu adalah sebuah investasi dan banyak negara melakukan itu,” ujar Airlangga kepada awak media di Jakarta, Kamis (5/3).

Di sisi lain, merujuk pada sejumlah kajian dari dan yang menilai investasi di sektor gizi dan kesehatan masyarakat, MBG kata Airlangga, dapat memberikan dampak ekonomi berlipat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Airlangga juga menambahkan bahwa program serupa telah diterapkan di berbagai negara sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang.

“Ini tantangan long term dan medium term yang tidak bisa kita menghilangkan long term hanya untuk short term,” tukasnya.

Sebelumnya, salah satu yang menjadi sorotan utama dalam laporan Fitch Ratings adalah beban program sosial pemerintah, khususnya program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Program itu disebut setara dengan 1,3 persen dari PDB.

Fitch menilai dorongan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meredam ketegangan sosial akan mendorong belanja sosial lebih tinggi, termasuk melalui MBG. Rencana memprioritaskan belanja negara pada Semester I-2026 juga dinilai berpotensi menambah risiko pelebaran defisit.

“Upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketegangan sosial akan mendorong pengeluaran sosial yang lebih tinggi, termasuk program Makanan Bergizi Gratis yang setara 1,3% dari PDB. Rencana untuk memprioritaskan pengeluaran pada semester pertama tahun 2026 dapat menambah risiko defisit fiskal,” tulisnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore