Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 November 2025, 15.01 WIB

Fenomena Jaecoo J5: Konsumen Ramai Batalkan Pesanan BYD Atto 1, Harga dan Fitur Jadi Sorotan

Jaeco J5 EV salah satu pilihan baru di pasar mobil listrik. (Istimewa) - Image

Jaeco J5 EV salah satu pilihan baru di pasar mobil listrik. (Istimewa)

JawaPos.com - Fenomena 'Jaecoo J5 Effect' tengah jadi perbincangan hangat di jagat otomotif Indonesia. Setelah harga resmi Jaecoo J5 EV diumumkan, sejumlah calon pembeli BYD Atto 1 mengaku membatalkan pemesanan mereka dan langsung beralih ke SUV listrik asal Tiongkok yang kini viral itu.

“Cancel SPK Atto 1 lalu beralih langsung ke mobil listrik viral ini, Jaecoo J5,” tulis salah satu warganet di platform Thread, dikutip JawaPos.com.

Menurut pengakuannya, keputusan itu diambil bukan semata karena tren, tetapi karena harga dan fitur Jaecoo J5 dianggap lebih rasional. 

“Istri langsung tertarik. Selain karena harganya masuk akal, fiturnya juga berlimpah mirip mobil listrik sebelumnya (BYD Seal). Agak nyesel berasa kemahalan (BYD Atto 1),” ujarnya.

Komentar serupa muncul dari calon pembeli lain yang merasa harga BYD Atto 1 terlalu tinggi untuk spesifikasi yang ditawarkan. 

Perbandingan antara kedua model ini memang cukup menarik. BYD Atto 1 yang sebelumnya viral saat peluncuran, kini mulai dianggap 'overprice' alias kemahalan karena banderolnya yang nyaris menyaingi Atto 3, padahal secara kelas dan fitur masih di bawahnya.

Sementara itu, Jaecoo J5 EV menawarkan fitur modern khas SUV premium dengan harga yang diklaim lebih kompetitif. Dari desain, dimensi, hingga sistem penggerak, Jaecoo J5 disebut menawarkan pengalaman berkendara yang lebih 'value for money' dibanding Atto 1.

Namun di tengah euforia itu, muncul pula spekulasi soal strategi harga agresif dari brand-brand asal Tiongkok. Beberapa warganet menilai harga awal Jaecoo J5 hanyalah gimmick marketing.

Beredar pesan berantai di grup otomotif yang menyebut bahwa stok J5 varian standar seharga Rp 250 jutaan sudah habis, bahkan sebelum sebagian besar calon pembeli sempat melakukan pemesanan.

“Saat ini kuota spesial 1.000 unit untuk J5 standar sudah habis, tersisa untuk J5 Premium. Kondisi pemesanan per jam ini sudah up to 900 SPK,” tulis seorang tenaga penjual Jaecoo yang tangkap layarnya sempat viral di media sosial.

Terlepas dari isu stok dan strategi pemasaran, kehadiran Jaecoo J5 jelas mengguncang peta persaingan mobil listrik di Indonesia.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa konsumen EV kini semakin kritis dan rasional, tidak hanya mengejar merek atau tren, tapi juga menimbang fitur, jarak tempuh, dan nilai ekonomisnya.

Dengan semakin banyaknya pemain baru asal Tiongkok dan strategi harga yang agresif, bukan tidak mungkin fenomena 'Jaecoo J5 Effect' tampaknya akan menjadi titik balik perang harga mobil listrik di Indonesia, di mana yang tadinya murah kini terasa mahal, dan yang baru datang justru jadi game changer.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore