Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Desember 2025, 19.51 WIB

Alarm Bahaya! Industri Mobil RI Anjlok, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita Desak Insentif Tetap Jalan pada 2026

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com-Industri otomotif nasional tengah dalam kondisi mengkhawatirkan. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah harus tetap memberikan insentif untuk sektor otomotif tahun depan karena memiliki multiplier effect besar bagi perekonomian.

“Sektor ini terlalu penting untuk kita abaikan. Forward dan backward linkage-nya luar biasa besar, penyerapan tenaga kerjanya juga sangat besar. Kami akan tetap mengusulkan insentif atau stimulus untuk sektor otomotif,” ujarnya di Jakarta, Selasa (2/12).

Penurunan performa industri terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Penjualan mobil sepanjang Januari–Oktober 2025 secara wholesales hanya mencapai 634.844 unit, turun sepuluh koma enam persen dari periode sama tahun lalu. Sementara retail sales hanya 660.659 unit, tergerus sembilan koma enam persen dibanding 2024.

Agus menyebut stimulus diperlukan karena kontraksi itu berdampak ke seluruh rantai industri. “Merupakan tanggung jawab kami. Salah kalau kami tidak perjuangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif sebelumnya mengungkap penjualan kendaraan listrik (EV) memang melonjak drastis pada 2025. Namun 73 tiga persen dari total 69.146 unit EV yang terjual adalah kendaraan impor (CBU).

Artinya, kenaikan penjualan EV tidak memberi nilai tambah optimal bagi industri dalam negeri. “Keliru jika menyatakan industri otomotif kuat hanya melihat satu segmen yang tumbuh. Segmen produksi dalam negeri justru turun signifikan,” katanya.

Dia menambagkan, saat ini, insentif seperti pembebasan bea masuk dan PPnBM nol persen untuk mobil listrik diberikan dalam rangka tes pasar. Namun yang menikmati justru dominan kendaraan listrik impor. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore