Pengunjung melihat mobil Geely EX2 di pamerkan pada pameran otomotif di GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, di ICE BSD City Tangerang, Banten, Minggu (23/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com-Gelombang besar elektrifikasi di Indonesia kini memasuki babak yang semakin menarik, bahkan agresif. Jika dua tahun lalu mobil listrik identik dengan harga mahal dan pasar yang terbatas, maka peta persaingan di 2025 berubah total.
Produsen berlomba menurunkan harga, menghadirkan model baru, membidik ceruk pasar yang lebih lebar, sekaligus memicu apa yang banyak pengamat sebut sebagai perang harga EV pertama di Indonesia.
Fenomena itu terlihat jelas di panggung Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 baru-baru ini yang praktis berubah menjadi arena kompetisi paling panas sepanjang awal tahun.
Bukan lagi persaingan fitur futuristis atau jarak tempuh terjauh, melainkan perebutan segmen harga di bawah Rp 300 juta, titik paling krusial bagi adopsi masif kendaraan listrik di tanah air.
Harga Mobil Listrik Kian Tak Masuk Akal: Dari Rp 299 Juta Turun ke Rp 150 Juta. (*)
Tahun 2024 ditutup dengan berbagai diskon besar-besaran. Namun di 2025, lanskapnya lebih ekstrem: model-model baru langsung masuk dengan harga agresif tanpa menunggu potongan, memaksa merek lain mengikuti.
Di GJAW 2025, panggung mobil listrik murah tampil penuh sesak. Berbagai merek Tiongkok, Korea, hingga Eropa saling menekan harga agar tidak keluar dari radar konsumen. Beberapa model yang menjadi pusat perhatian antara lain:
Pilihan EV di Bawah Rp300 Juta di GJAW 2025
1. BYD Atto 1: mulai Rp199 juta (Standard) – salah satu titik harga terendah untuk SUV listrik di Indonesia.
2. Geely EX2 Pro: mulai Rp 233 juta, jarak tempuh 410 km (CLTC)—kompetitif untuk kelasnya.
3. Jaecoo J5 EV: mulai Rp 249,9 juta (Standard) hingga Rp 299,9 juta (Premium).
4. Wuling Air ev Pro: Rp 250 juta, setelah diskon khusus GJAW.
5. Wuling Binguo EV: turun ke Rp 279 juta, padahal harga normalnya Rp 363 juta.
