
Perbedaan bodi motor yang telah di poles dan belum dipoles.
JawaPos.com - Bodi motor bukan hanya soal tampilan, tetapi juga berfungsi melindungi komponen penting dari panas, air, dan kotoran. Sayangnya, banyak pemilik motor yang tanpa sadar melakukan kebiasaan sehari-hari yang justru mempercepat kerusakan bodi, mulai dari cat kusam hingga plastik yang rapuh dan retak.
Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan tersebut bisa membuat motor terlihat lebih tua dari usianya dan menurunkan nilai jual. Agar tidak menyesal di kemudian hari, kamu perlu mengetahui kebiasaan apa saja yang dapat merusak bodi motor dan bagaimana cara menghindarinya.
Berikut 8 kebiasaan sepele yang diam-diam merusak bodi motor seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Terlalu sering memarkir motor di bawah sinar matahari langsung
Memarkir motor di bawah terik matahari, terutama dalam waktu lama, dapat membuat warna cat cepat pudar dan terlihat kusam. Paparan panas berlebih juga membuat material plastik kehilangan elastisitasnya sehingga menjadi getas dan mudah retak. Bahkan, memarkir motor terlalu dekat dengan knalpot kendaraan lain atau sumber panas tinggi dapat memicu perubahan warna, deformasi, hingga melelehnya panel plastik tertentu.
2. Kesalahan saat mencuci motor
Mencuci motor ketika kondisi bodi masih panas dapat memicu kejutan suhu yang berdampak pada lapisan cat dan clear coat. Selain itu, penggunaan sabun cuci piring atau deterjen dengan pH tinggi dan bahan kimia keras dapat mengikis lapisan wax, membuat cat cepat kusam, dan kehilangan perlindungannya. Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memakai spons atau lap yang kotor, yang bisa menimbulkan baret halus akibat pasir dan kotoran yang menempel.
3. Cara pengeringan yang kurang tepat
Membiarkan motor kering dengan sendirinya setelah terkena air hujan bukanlah pilihan yang baik. Air hujan mengandung zat asam dan polutan yang dapat meninggalkan noda jamur atau water spot pada permukaan cat. Jika dibiarkan, noda tersebut sulit dihilangkan dan berpotensi merusak lapisan clear coat. Sebaiknya kamu segera mengelap bodi motor hingga benar-benar kering.
4. Jarang mencuci motor atau bahkan tidak pernah dibersihkan
Debu, lumpur, dan kotoran yang menempel dalam waktu lama bersifat abrasif dan dapat mengikis permukaan plastik maupun cat. Kondisi ini memicu munculnya flek, jamur, serta mempercepat proses pelapukan. Motor yang jarang dibersihkan juga lebih rentan terlihat kusam meski usianya masih tergolong baru.
5. Menggunakan cover motor berkualitas rendah
Cover motor berbahan plastik tipis cenderung menyimpan panas dan membuat sirkulasi udara buruk. Akibatnya, permukaan bodi menjadi lembap, mudah berjamur, dan cat bisa menggelembung. Dalam jangka panjang, plastik bodi juga bisa menjadi getas. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya gunakan cover berbahan parasut atau waterproof yang tetap memiliki sirkulasi udara.
6. Memakai bahan pengkilap berkualitas rendah
Produk pengkilap berbasis minyak dengan kualitas rendah umumnya mengandung silikon grade rendah dan zat kimia tertentu yang dapat merusak struktur plastik. Penggunaan jangka panjang dapat memicu pengapuran, membuat warna plastik memutih, dan mempercepat kerusakan pada bodi motor. Pilihlah produk perawatan yang memang dirancang khusus untuk motor.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
