Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Januari 2026, 23.27 WIB

Jangan sampai Salah Pilih! Ini 10 Tips Jitu Membeli Motor Bekas agar Nggak Menyesal Belakangan

Ilustrasi deretan motor bekas yang dijual.

JawaPos.com - Membeli motor bekas memang jadi solusi cerdas untuk kamu yang ingin kendaraan pribadi dengan harga lebih terjangkau. Namun, jika tidak teliti, motor bekas justru bisa berubah menjadi sumber masalah, mulai dari biaya perbaikan yang membengkak hingga urusan legalitas yang rumit.

Agar kamu tidak salah langkah dan benar-benar mendapatkan motor bekas sesuai harapan, ada beberapa tips penting yang wajib diperhatikan. Dengan persiapan dan pengecekan yang tepat, kamu bisa menemukan motor idaman yang kondisinya masih layak dan aman digunakan.

Berikut 10 tips jitu membeli motor bekas agar tak menyesal seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Tentukan Jenis Motor yang Ingin Kamu Beli

Langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah menentukan motor seperti apa yang kamu butuhkan. Tanpa tujuan yang jelas, kamu akan mudah bingung saat dihadapkan pada banyak pilihan motor bekas dari berbagai merek dan tipe.

Sesuaikan pilihan motor dengan kebutuhan sehari-hari. Jika motor akan digunakan untuk perjalanan jauh atau medan berat, motor dengan kapasitas mesin besar bisa jadi pilihan. Sementara untuk penggunaan di dalam kota, motor matik atau motor dengan cc kecil biasanya lebih praktis dan hemat biaya. Jangan lupa sesuaikan juga dengan budget yang kamu miliki.

2. Cari Tahu Harga Pasaran Motor

Mengetahui harga pasaran motor bekas sangat penting agar kamu tidak mudah tertipu. Dengan mengetahui kisaran harga, kamu bisa menilai apakah harga yang ditawarkan masih wajar atau justru terlalu mahal.

Bandingkan harga motor bekas dengan harga barunya. Jika selisihnya tidak terlalu jauh, membeli motor baru bisa jadi pilihan yang lebih aman. Kamu bisa mencari informasi harga dari teman, forum otomotif, media sosial, atau platform jual beli online.

3. Jangan Terburu-buru Melakukan Pembayaran

Hindari langsung memberikan uang muka atau melakukan transfer sebelum melihat kondisi motor secara langsung. Harga murah atau iming-iming cicilan sering kali digunakan untuk menarik perhatian calon pembeli.

Jangan mudah terpengaruh alasan penjual seperti “biar nggak diambil orang lain”. Terutama jika transaksi dilakukan secara online dan kamu diminta mentransfer sejumlah uang, sebaiknya lebih berhati-hati agar terhindar dari penipuan.

4. Pilih Penjual Motor yang Terpercaya

Selain harga, penjual juga memegang peranan penting. Pastikan kamu membeli motor bekas dari penjual yang jujur dan memiliki reputasi baik. Saat ini, tidak sedikit oknum yang menjual motor dengan kondisi tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore