
Ilustrasi shockbreaker sepeda motor.
JawaPos.com - Shockbreaker punya peran penting dalam menjaga kenyamanan sekaligus kestabilan motor saat kamu berkendara. Sayangnya, masih banyak pengendara yang baru menyadari pentingnya komponen ini ketika performanya mulai menurun, seperti terasa keras atau bahkan bocor.
Padahal, sebelum shockbreaker mengalami keausan yang lebih parah, kamu sebenarnya bisa melakukan langkah pencegahan lewat perawatan sederhana. Dengan perawatan yang tepat, usia pakai shockbreaker bisa jauh lebih panjang dan tetap optimal meski motor sering digunakan setiap hari.
Berikut 4 cara Simpel merawat shockbreaker seperti dirangkum dari berbagai sumber.
Salah satu perawatan paling penting adalah mengganti oli shockbreaker secara rutin. Umumnya, penggantian oli disarankan setiap 15.000 hingga 20.000 kilometer atau sekitar 2 sampai 3 tahun pemakaian.
Namun, jika motor kamu sering dipakai untuk perjalanan jarak jauh atau melewati jalan yang tidak rata seperti di daerah perbukitan maupun jalur rusak, sebaiknya lakukan penggantian lebih cepat. Oli shock yang masih dalam kondisi baik akan membantu meredam getaran secara maksimal dan mencegah kerusakan komponen di dalamnya.
Setiap motor dirancang dengan batas kapasitas beban tertentu. Membawa beban melebihi kapasitas tersebut dapat memberikan tekanan ekstra pada sistem suspensi, terutama shockbreaker.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, shockbreaker akan bekerja lebih keras dari seharusnya sehingga mempercepat keausan. Akibatnya, performa suspensi akan menurun dan kenyamanan berkendara pun ikut terganggu.
Saat melintasi jalan berlubang, berbatu, atau bergelombang, biasakan untuk menurunkan kecepatan kendaraan. Menghantam permukaan jalan yang tidak rata dengan kecepatan tinggi bisa memberikan tekanan besar pada shockbreaker.
Jika sering dilakukan, hal ini dapat mempercepat kerusakan pada suspensi dan membuat shockbreaker lebih cepat kehilangan fungsinya dalam meredam getaran.
Sebagian orang mungkin menyarankan pemasangan anti shockbreaker dengan tujuan menjaga ketahanan suspensi. Padahal, penggunaan komponen ini justru dapat berdampak buruk.
Memasang anti shockbreaker di bagian belakang motor bisa menghambat kerja suspensi, bahkan berpotensi menyebabkan patah atau mempercepat kerusakan pada shockbreaker. Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan komponen tambahan ini.
Agar kondisi shockbreaker tetap terjaga, lakukan juga pemeriksaan secara rutin di bengkel langganan. Dengan pengecekan berkala, potensi keahusan bisa dideteksi lebih dini sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih serius.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
