Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Februari 2026, 00.56 WIB

8 Kesalahan Fatal Saat Beli Mobil yang Masih Sering Terjadi, Jangan Sampai Menyesal di Kemudian Hari!

Ilustrasi menjual mobil bekas. (Freepik)

JawaPos.com - Membeli mobil adalah keputusan finansial besar yang tidak bisa dilakukan secara impulsif. Namun faktanya, masih banyak konsumen melakukan kesalahan fatal saat beli mobil yang berujung pada penyesalan, kerugian finansial, hingga biaya perawatan membengkak.

Baik membeli mobil baru maupun mobil bekas, ada sejumlah jebakan yang sering tidak disadari. Berikut ulasan lengkap dan mendalam agar Anda tidak salah langkah saat membeli mobil.

1. Tidak Menyesuaikan Mobil dengan Kebutuhan

Salah satu kesalahan paling umum adalah membeli mobil karena tren atau gengsi. Misalnya, tergiur membeli SUV besar seperti Toyota Fortuner padahal kebutuhan harian hanya untuk perjalanan dalam kota dengan satu atau dua penumpang.

Sebelum membeli, pertimbangkan: jumlah anggota keluarga, kebutuhan bagasi, konsumsi BBM, medan yang sering dilalui dan biaya perawatan jangka panjang. Jika penggunaan lebih banyak di perkotaan, city car atau LMPV bisa jadi pilihan lebih rasional dibanding SUV ladder frame.

2. Tidak Menghitung Total Biaya Kepemilikan (Total Cost of Ownership)

Harga mobil bukan satu-satunya pengeluaran. Banyak pembeli hanya fokus pada cicilan ringan tanpa menghitung: Asuransi kendaraan, pajak tahunan, servis berkala, biaya BBM dan depresiasi nilai jual.

Sebagai contoh, mobil listrik seperti Hyundai Ioniq 5 memang menawarkan biaya operasional rendah, tetapi tetap perlu memperhitungkan asuransi dan potensi depresiasi. Kesalahan ini sering membuat keuangan bulanan terganggu setelah mobil dimiliki.

3. Terlalu Tergiur Promo dan Diskon

Pameran otomotif seperti Indonesia International Motor Show sering menghadirkan promo menarik. Namun, jangan sampai diskon besar membuat Anda mengabaikan kebutuhan utama.

Promo DP rendah atau bunga ringan memang menggoda, tetapi: cek tenor kredit, hitung total pembayaran akhir, bandingkan dengan penawaran dealer lain. Ingat, harga murah belum tentu paling menguntungkan dalam jangka panjang.

4. Tidak Melakukan Test Drive

Banyak pembeli melewatkan test drive karena merasa sudah yakin dengan spesifikasi di atas kertas. Padahal, pengalaman berkendara setiap orang berbeda. Misalnya, posisi duduk, visibilitas, hingga karakter suspensi bisa sangat terasa saat mencoba langsung.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore