Isuzu Elf EV di GIIAS 2024. (Dony Lesmana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Peran Indonesia dalam peta bisnis global Isuzu Motors Limited semakin penting, baik saat ini maupun dalam rencana pertumbuhan perusahaan ke depan. Pasar otomotif Indonesia dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pencapaian target bisnis Isuzu, khususnya di segmen kendaraan niaga di kawasan Asia Tenggara.
General Manager Regional Management Office International Sales Division Isuzu Motors Limited, Makoto Goto, mengatakan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu pilar utama dalam strategi bisnis perusahaan.
“Pasar Indonesia sejauh ini memainkan peranan penting bagi Isuzu dalam mencapai rencana bisnis jangka menengah dengan kontribusi hampir 50 persen penjualan kendaraan niaga di kawasan ASEAN,” ujar Makoto Goto.
Indonesia Jadi Basis Ekspor Isuzu Traga
Selain sebagai pasar utama, Indonesia juga memiliki peran strategis sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan niaga ringan. Sejak tahun 2019, kendaraan niaga ringan Isuzu Traga diproduksi di Indonesia dan telah diekspor ke berbagai negara.
Hingga saat ini, lebih dari 32 ribu unit Isuzu Traga telah dikirim ke sekitar 10 negara di kawasan Amerika Tengah dan Afrika. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar domestik penting, tetapi juga berfungsi sebagai hub produksi untuk pasar global.
Dalam menghadapi perubahan industri otomotif global, Isuzu telah menyiapkan strategi jangka panjang melalui program transformasi bertajuk Isuzu Transformation – Growth to 2030 (IX). Melalui strategi tersebut, Isuzu berencana bertransformasi dari produsen kendaraan niaga menjadi perusahaan penyedia solusi mobilitas yang lebih luas.
Transformasi ini didorong oleh prinsip utama perusahaan, yaitu “Reliability and Creativity”, yang menjadi dasar dalam menghadirkan solusi transportasi bagi pelanggan dan masyarakat.
Tiga Fokus Bisnis Baru Isuzu
Ke depan, bisnis Isuzu akan didorong oleh pengembangan berbagai inovasi dan model bisnis baru. Perusahaan menyiapkan tiga fokus utama, yaitu Solusi Mengemudi Otonom (Autonomous Driving Solutions), Connected Services atau layanan kendaraan terhubung dan Solusi Netralitas Karbon (Carbon Neutral Solutions).
Ketiga area ini menjadi bagian penting dari strategi Isuzu dalam menghadapi transformasi industri otomotif global yang semakin mengarah pada digitalisasi dan keberlanjutan.
Dengan memperkuat bisnis yang sudah ada sekaligus mengembangkan sektor baru, Grup Isuzu menargetkan penjualan bersih mencapai 6 triliun yen dengan rasio pendapatan operasional minimal 10 persen pada tahun fiskal 2031.
Menurut Makoto Goto, target ambisius tersebut tidak bisa dicapai hanya dengan mempertahankan model bisnis yang ada saat ini.
“Kami tidak cukup mencapai target tersebut hanya dengan melanjutkan apa yang sudah dilakukan saat ini. Isuzu membutuhkan model bisnis baru dan siap meningkatkan investasi hingga tahun 2030,” jelasnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
